Muslimah News, TOKOH BICARA — Pelayanan kesehatan saat ini dinilai para tokoh muslimah masih belum sesuai harapan karena justru dijadikan komoditas bisnis. Oleh karenanya, mereka mengimbau agar dapat mencontoh Rasulullah ﷺ dalam menerapkan sistem pelayanan kesehatan Islam yang mewujudkan kemaslahatan. Berikut pandangan mereka.
Pelayanan Kesehatan Tanggung Jawab Negara
Selama ini, sistem pelayanan kesehatan menjadi komoditas bisnis. Yang mempunyai uang, yang bisa mendapatkan pelayanan yang baik.
Namun, ini berbeda dengan Islam, pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab negara. Rasulullah ﷺ telah berhasil mendirikan suatu sistem kesehatan yang dapat melayani semua masyarakat, tidak melihat kaya, miskin, di perkotaan, di pedesaan, ataupun laki-laki dan perempuan, semua menjadi tanggung jawab negara. Bahkan, satu nyawa itu sangat dilindungi oleh negara.
Sudah seharusnya kita kembali untuk berpikir mengubah sistem kesehatan yang ada sekarang dengan sistem yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu sistem pelayanan kesehatan Islam.
—Dr. Rita (Akademisi)—
—
Mencontoh Rasulullah ﷺ
Sebetulnya kita berharap pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah itu lebih mengacu kepada pelayanan kesehatan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Namun, karena saat ini memang belum bisa terlaksana dengan baik, maka menjadi salah satu tugas kita sebagai seorang muslimah—yang juga berada di dalam organisasi—untuk menyampaikannya di dalam organisasi kita.
Harapannya, kita bisa menerapkan cara-cara pelayanan umat—terutama dalam bidang kesehatan—sesuai dengan yang disampaikan dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
—Erma Yusni (Tokoh Ormas Aisiyah)—
—
Menjaga Kehidupan
Allah Swt. memerintahkan kita untuk menjaga seluruh kehidupan, bukan hanya pribadi. Bahkan, menyelamatkan satu nyawa itu adalah perintah dari Allah Swt. yang artinya menyelamatkan semua kehidupan, baik pribadi, masyarakat, maupun negara.
Oleh karena itu, kita harus mengaplikasikan syariat Allah Swt. sebaik-baiknya. Apabila keluar dari koridor yang diperintakan syariat, berarti tidak sesuai dengan maunya Allah Swt.. Dalam hal ini, akan terjadi ketimpangan yang tidak memberikan kebaikan dan kemaslahatan umat.
Jadi, umat harus belajar memahami bahwa sistem syariat harus diterapkan secara kafah, baik di level individu, bahkan sampai level negara.
—dr. Waode (Praktisi Kesehatan)—
—
Kembali kepada Sistem Islam
Pelayanan kesehatan masyarakat dari dulu sampai sekarang memang masih berbasis bisnis. Banyak contoh kasus yang sudah parah, seperti ada yang sudah meninggal, tetapi pelayanan para tenaga kesehatan belum sesuai dengan syariat Islam. Padahal, sistem berbasis Islamlah yang tepat.
Kita berdoa agar pemerintah bisa menyadari kekeliruannya, kesalahannya, apalagi di bidang pelayanan kesehatan di masyarakat. Ini karena pelayanan kesehatan masih jauh dari yang kita harapkan, semuanya bisnis-bisnis.
Jadi, saya harapkan kepada jemaah semuanya untuk bisa menyuarakan agar kita kembali kepada sistem Islam, yaitu Khilafah sebagai model pemerintahan yang menyejahterakan rakyat. Allahu Akbar!
—Hj. Sita (Mubaligah)—
—
[MNews/RA]

Pelayanan kesehatan harusnya menjadi tanggung jawab negara
Alhamdulillah