Penulis: dr. Hamdan Fahmi
Muslimah News, TELAAH KITAB — Adapun politik pengaburan dan penyesatan yang akan dijadikan rujukan oleh kaum kafir, maka hal itu akan memiliki beberapa bentuk. Kami sebutkan sebagian di antaranya. Pertama, pengaburan potret Daulah Islamiah di mata bangsa-bangsa Islam. Kedua, pengaburan potret Daulah Islamiah di mata bangsa-bangsa Barat.
1. Pengaburan potret Daulah Islamiah di mata bangsa-bangsa Islam.
Sesungguhnya Barat akan mengerahkan segenap daya dan cara yang mampu mereka lakukan dalam membuat kebohongan atas Daulah Islamiah dan para aktivis di dalamnya. Barat juga akan memobilisasi semua agennya dari para penguasa, serta para pengikut dan pemikir untuk mewujudkan tujuan keji dan rendah itu.
Daulah Islamiah sebagaimana yang dikenal oleh Barat, jika berhasil mengokohkan kaki-kakinya pada awal mula berdirinya, selanjutnya semua cara dan jalan memerangi Daulah Islamiah itu tidak akan bermanfaat sama sekali untuk menghalangi manusia darinya. Sebabnya, semua kedustaan dan penyesatan itu akan dengan cepat tersingkap hakikatnya.
Daulah Islamiah dengan politik, aktivitas, dan berbagai pandangannya yang disampaikan kepada bangsa-bangsa Islam, akan dengan cepat bisa membongkar berbagai kebatilan dan kedustaan yang direkayasa itu. Dari sisi ini, negara-negara kafir akan berkonsentrasi dan mengerahkan segala dayanya untuk menghancurkan Daulah Islamiah ketika baru lahir.
Ini dari satu sisi. Sedangkan pada sisi lainnya, sesungguhnya Barat memahami dengan sangat baik bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk berhadapan dengan Islam, khususnya di pusat wilayah Islam. Bukan hanya sekali, pada rentang sejarah yang berbeda-beda, terjadi gempuran ke negeri-negeri kaum muslim, tetapi semuanya gagal total.
Kemudian, Barat mulai mencari sarana dan cara-cara lain yang bisa digunakan untuk mendominasi kaum muslim. Berbagai perang imperialisme pada awal abad ke-19 lalu tidaklah jauh dari hakikat ini.
Pada aspek ini dan untuk menggerakkan kaum muslim, serta menyesatkan mereka guna menentang Daulah Islamiah yang telah berdiri, maka Barat akan merujuk kepada politik kebohongan, pengaburan, dan pemutarbalikan fakta.
Berikut ini cara-cara yang akan dijadikan rujukan oleh kaum kafir dengan bantuan agen-agen mereka dari para penguasa dan intelektual.
Pertama, masalah nasionalisme dan sektarianisme. Kaum kafir akan berusaha dengan sungguh-sungguh—seperti dahulu mereka telah berusaha sungguh-sunguh dalam menghancurkan khilafah— untuk membenturkan Khilafah dengan masalah nasionalisme dan sektarianisme. Hal itu dilakukan dengan membangkitkan pemikiran penguasaan satu negeri atas negeri yang lain, beserta kekayaan dan pendapatannya.
Barat menanamkan ide perpisahan dan perpecahan di dalam benak manusia secara terus-menerus. Barat juga mengobarkan peperangan antara negara-negara yang saling bertetangga untuk menciptakan perpecahan dan menancapkan pemisahan di antara negara-negara.
Barat telah memanfaatkan masalah ini dengan sangat baik dalam mendominasi bangsa-bangsa dunia Islam. Barat juga telah berhasil memanfaatkan masalah ini dengan baik dalam memprovokasi bangsa-bangsa di dunia Islam dengan menentang ide penggabungan Irak dengan Kuwait pada 1990.
Di antara perkara yang akan digunakan kafir Barat untuk memprovokasi masyarakat adalah dengan membangkitkan semangat nasionalisme dan kecenderungan kepada pemisahan. Hal ini dibenturkan dengan masalah dominasi satu bangsa atas bangsa lain. Bangsa yang mendominasi itu akan menguasai kekayaan dan pendapatan-pendapatan fisik di bawah dominasinya.
Perang terhadap Islam dan pemikiran Daulah Islamiah akan menggunakan alasan palsu ini untuk tujuan fisik tersebut. Para penguasa kriminal akan berusaha membangkitkan kecenderungan nasionalisme dan pemisahan di dalam barisan bangsa-bangsa dan militer, serta menyinggung penghasilan spesial negara-negara tetangga Khilafah, seperti minyak, kemakmuran yang tinggi, atau yang lain di antara perkara-perkara yang menjadi seruan perut dan syahwat.
Kedua, upaya menikam kredibilitas Daulah Islamiah. Barat akan berupaya menikam kredibilitas Daulah Islamiah dengan menyatakan bahwa Daulah Islamiah hanya menjadikan Islam sebagai alasan untuk meraih tujuan-tujuan lain. Ini merupakan bagian dari masalah penyesatan sepanjang sejarah Islam sejak berdirinya Daulah Islamiah yang pertama hingga hari ini.
Dahulu, kaum kafir Makkah telah berusaha melakukan hal itu pada awal mula kaum muslim membangun dasar-dasar negara di Madinah al-Munawwarah. Kaum kafir Makkah berupaya memutarbalikkan hakikat-hakikat di dalam benak kabilah-kabilah yang bertetangga dengan Daulah Islamiah.
Mereka menyebarkan rumor bahwa Muhammad saw. dan para sahabatnya bertujuan untuk menguasai jalur-jalur perdagangan dan kekayaan manusia. Juga bahwa Muhammad saw. dan para sahabatnya menggunakan dakwah baru yang mereka serukan untuk tujuan-tujuan lain.
Negara-negara Barat dengan dibantu kaki tangan mereka, khususnya dari kalangan para penguasa, akan berusaha mencederai kredibilitas dakwah kaum muslim yang berjuang di Daulah Islamiah. Negara-negara Barat akan membuat kebohongan kepada bangsa-bangsa dengan menyatakan bahwa seruan para pejuang muslim di negara tersebut, semisal seruan penggabungan negeri-negeri Islam dan penyatuan di bawah satu panji Islam. Demikian pula penerapan Islam terhadap bangsa-bangsa muslim dan pembebasan dari kezaliman para penguasa.
Semua itu hanyalah seruan bohong. Tujuannya hanya untuk membangkitkan bangsa-bangsa agar berlindung di bawah sayap mereka untuk meluaskan wilayah kekuasan. Berikutnya agar memungkinkan untuk merealisasikan tujuan-tujuan hakiki yang mereka perjuangkan, di antaranya adalah penguasaan (dominasi) nasionalisme dan ekonomi.
Berbagai kedustaan dan kebohongan itu tidak lain dimaksudkan untuk menghalangi manusia agar tidak mendukung Daulah Islamiah. Juga agar masyarakat tidak bergabung dan berlindung di bawah panji Daulah Islamiah, serta tidak memerangi siapa saja dari para penguasa yang menghalangi hal itu. [MNews/RY-YG]
Sumber: dr. Hamdan Fahmi, Khilafah Rasyidah.

One thought on “[Khilafah Rasyidah] Pengaburan Potret Daulah Islamiah (Bagian 1/3)”