[Fikrul Islam] Gambaran Hadharah Islamiah dalam Segi Bangunan (Arsitektur)

[Fikrul Islam] Gambaran Hadharah Islamiah dalam Segi Bangunan (Arsitektur)

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Al ‘Imran (bangunan) berasal dari kata al ‘imarah (bangunan), yakni setiap perbaikan yang dilakukan di atas bumi untuk menciptakan kelayakan bagi kehidupan manusia, seperti konstruksi, perlengkapan  umum, jalan-jalan, pertanian, industri, dan lain sebagainya.

Kaum muslimin sangat memperhatikan persoalan ini semenjak pertama kali pembentukan negara mereka di Madinah. Yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah ﷺ tatkala tiba di Madinah  adalah membeli tanah dan mendirikan masjid di atasnya. Kemudian masjid dijadikan sebagai tempat ibadah, tempat pemberangkatan para tentara (yang akan bertempur, penerj.), tempat bermusyawarah, dan mengambil berbagai keputusan penting di dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, serta sebagai tempat berbagai departemen  kenegaraan.

Bangunan ini berkembang dan meluas bersamaan dengan meluasnya negara serta membaiknya kondisi dan suplai yang ada. Sesungguhnya, umat Islam saat itu telah membangun banyak kota besar dan teratur, seperti Kufah, Bashrah, Baghdad, Kairo, Cordova, dan Granada. Di samping melakukan banyak perbaikan dan inovasi di kota-kota tua, semacam Damaskus, Al-Quds, Makkah, Madinah, dan lain sebagainya. Hingga saat ini ketersohoran peradaban Islam tersebut masih dapat dilihat dengan kasat mata.

Beberapa potret peradaban terpenting adalah:

1. Pembangunan benteng-benteng, jalan-jalan, dan fasilitas umum di berbagai kota.

2. Pembangunan masjid-masjid, sekolah-sekolah, dan panti-panti asuhan (rumah jompo).

3. Membangun jalan-jalan dan mendirikan losmen-losmen sebagai tempat peristirahatan para musafir,  menambah perbekalan air dan makanan untuk mereka, dan untuk binatang-binatang kendaraan mereka.

4. Membangun kebun-kebun untuk umum, serta membuat jaringan-jaringan irigasi.

5. Menginovasi jalan-jalan  guna mengangkat air ke  rumah-rumah untuk meningkatkan pengairan persawahan dan untuk minum warga. Mereka menyedot air dengan perantaraan proses mekanik dari sungai Yazid ke atas gunung di Damaskus, gunung Qasiun, untuk menambah persediaan rumah sakit yang dibangun di atas gunung tersebut.

6. Adanya prestasi-prestasi ilmiah yang telah diwariskan umat Islam yang telah banyak memberikan sumbangsih kepada manusia sebagaimana yang telah kami uraikan pada perbincangan sebelumnya seperti kedokteran, teknik, industri, dan lain-lain. [MNews/Rgl]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam

Sumber foto: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *