[Telaah Kitab] Tahapan Dakwah Rasulullah ﷺ (Bagian 2/2)

[Telaah Kitab] Tahapan Dakwah Rasulullah ﷺ (Bagian 2/2)

Sambungan dari Bagian 1/2

Muslimah News, TELAAH KITAB — Bermacam-macamnya harakah dakwah Islam, perbedaan mereka, bahkan kadang terpencarnya mereka tidak lain karena tidak adanya kejelasan metode perjuangan dan keterikatan pada sirah Nabi saw. dalam masalah ini. Sesungguhnya kejelasan metode merupakan sebab utama bagi keberhasilan yang diidamkan. Begitu juga kejelasan fikrah (pemikiran/ide) dan tujuan.

Oleh karena itu, saya akan mencurahkan daya dan upaya untuk menjelaskan metode tersebut dan menerangkan secara gamblang melalui penelaahan yang saya lakukan. Hal itu bisa diringkas sebagai berikut.

Pertama, mulai turunnya wahyu kepada Rasul saw. yang terjadi pada Ramadan, bertepatan pada Agustus 610 M sebagaimana turun secara keseluruhan ke langit dunia.

Kedua, periode dakwah pada masa Rasul saw. dibagi menjadi dua periode, yaitu periode Makkah yang berlangsung selama tiga belas tahun dan periode Madinah yang berlangsung selama sepuluh tahun.

Ketiga, periode Makkah berjalan dalam tahapan-tahapan berikut.

Tahapan pertama adalah tahapan rahasia, yakni tahapan dakwah secara rahasia dan berlangsung selama tiga tahun.

Tahapan selanjutnya adalah tahapan dakwah secara terang-terangan dan penyampaian dakwah kepada penduduk Makkah. Tahapan ini menghabiskan sebagian besar waktu pada periode Makkah. Tahapan ini bermula pada awal tahun keempat kenabian dan berlanjut hingga akhir tahun kesepuluh. Tahapan ini bermula ketika Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menonjolkan agama-Nya. Allah Swt berfirman, “Sampaikanlah olehmu secara terang-terangan apa saja yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS Al-Hijr: 94).

Juga dalam firman-Nya yang lain, “Berilah peringatan kerabat-kerabatmu yang terdekat dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin.” (QS Asy- Syu’ara: 214—215).

Dengan berpegang pada firman Allah Swt. tersebut, Rasul saw. naik ke bukit Shafa, lalu berseru dengan suara lantang, “Wahai Bani Abdul Muthallib, wahai Bani Fibr, wahai Bani Kaab, bagaimana pendapat kalian jika aku memberitahu kalian bahwa sepasukan bersenjata di balik bukit ini ingin menyerang kalian, apakah kalian membenarkan aku?” Mereka berkata, “Ya, tentu saja.” Rasul lalu menyeru mereka, “Kalau begitu, aku memperingatkan kalian di hadapan azab yang pedih.” Kaum itu diam. Akan tetapi, Abu Lahab berkata, “Celakalah engkau sepanjang hari. Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?”

Tahapan terakhir adalah tahapan dakwah keluar Makkah al-Mukarramah. Tahapan ini bermula pada akhir tahun kesepuluh kenabian hingga hijrah Nabi saw. yang penuh berkah ke Madinah al-Munawarah. [MNews/RY-YG]

Sumber: Muhammad Said Abu Za’rur, Seputar Gerakan Islam.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *