Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Seringkali manusia melalui hari-harinya dengan berbagai aktivitas rutin. Tanpa terasa hari, bulan, bahkan tahun demi tahun dilalui dengan berbagai kegiatan tanpa mengetahui dengan jelas tujuan yang akan diraih. Tidak jarang dorongan untuk meraih materi atau kesenangan duniawi yang justru mengisi benak kebanyakan remaja hari ini.
Seharusnya remaja muslim memiliki motivasi yang benar sesuai Islam ketika ia ingin melakukan sesuatu dalam setiap episode kehidupannya. Dengan demikian akan berarti dan jelas baginya tentang hal yang ingin diraih dalam perjalanan hidup ini. Inilah motivasi ruhiyah Islam yang harus hadir dalam setiap aktivitas seorang muslim, termasuk remaja. Keberadaan motivasi ruhiyah ini akan membuat remaja muslim tidak mudah melakukan maksiat ketika ingin mendapatkan hal yang diharapkan dalam kehidupan dunianya.
Penanaman dan Penguatan Akidah
Orang tua harus menjelaskan kepada remaja tentang tujuan hidup mereka. Bahwasanya manusia hidup di dunia ini dalam rangka beribadah dan menghamba hanya kepada Sang Pencipta, yakni Allah Taala. Dengan demikian, remaja akan paham bahwa setiap aktivitasnya sejatinya untuk beribadah kepada Allah Taala.
Allah Swt. berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56).
Makna beribadah di sini adalah melaksanakan amal saleh, yakni amal perbuatan yang sesuai ketentuan syariat dan dilandasi keimanan kepada-Nya. Tentu bukan ibadah namanya jika aktivitas tersebut bertentangan dengan syariat Islam atau malah melalaikan perintah Allah Taala. Misalnya, mendapatkan uang dengan cara berjudi, padahal Islam mengharamkan judi atau asyik bermain gim online hingga lupa salat, dll.
Remaja harus dipahamkan bahwa dalam kehidupan dunia ini, manusia tidak bebas berperilaku mengikuti hawa nafsunya. Akan tetapi, manusia harus menaati semua tuntunan agama. Ini karena tuntunan tersebut berasal dari Sang Pencipta. Dia paling mengetahui semua yang terbaik untuk manusia sehingga manusia akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Di samping itu, kelak pada hari kiamat, masing-masing manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya semasa hidup di dunia.
Remaja yang taat kepada Allah Swt. tidak akan sengsara dan menderita hidupnya. Sesungguhnya, Allah Swt. berjanji di dalam Al-Qur’an, pada surah An-Nahl: 97, “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Dengan pemahaman seperti ini, remaja akan senantiasa merenungi dan mewaspadai setiap aktivitas yang akan dikerjakannya. Remaja akan sadar bahwa Allah Maha Melihat semua yang ia kerjakan, meskipun saat ia sedang sendirian. Bahkan, Allah Maha Mengetahui semua yang tebersit dalam hati kita. Dengan demikian, remaja akan senantiasa muhasabah diri terhadap segala yang telah ia kerjakan. Ini akan mendorong remaja untuk selalu memohon ampun kepada Allah Swt. atas kelalaiannya. Remaja juga akan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas selanjutnya.
Pembinaan Islam Kafah
Selayaknya remaja sadar bahwa manusia senantiasa terhubung dengan Allah Swt. dalam kehidupan ini. Kesadaran ini tidak akan langgeng, kecuali jika remaja tersebut aktif dalam pembinaan Islam Kafah. Dalam pembinaan ini, remaja akan selalu diingatkan adanya pengawasan Allah Swt. yang tidak pernah tidur terhadap seluruh aktivitas kita.
Tidak hanya penguatan iman, dalam pembinaan Islam kafah, remaja juga akan dipahamkan bahwa ia harus menuntut ilmu syariat Islam. Dengan demikian, remaja akan mengetahui berbagai aktivitas yang wajib, sunah, mubah, makruh, serta haram.
Berawal dari mengetahui, lalu dalam pembinaan Islam kafah ini, remaja akan dipahamkan tentang perbuatan yang baik atau buruk, terpuji atau tercela, halal atau haram, pahala dan dosa, serta kenikmatan surga dan siksa neraka. Ini semua akan menjadi pengawal dalam setiap aktivitas remaja muslim.
Keluarga dan Teman Berpengaruh Besar
Berada dalam jemaah pengajian remaja taat adalah lingkungan yang sangat baik bagi remaja. Mereka akan terbiasa menghadirkan motivasi ruhiyah dalam hidupnya. Ini karena pertemanan sangat berpengaruh bagi kehidupan remaja hari ini.
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang ia jadikan sebagai teman dekat.” (HR Abu Dawud).
Hal yang tidak kalah penting adalah perbincangan dan sikap yang ada di dalam rumah tangga. Anak remaja akan mengamati hal yang menjadi motivasi beraktivitas bagi ayah dan ibunya. Remaja akan mencari tahu pendorong ayahnya mencari nafkah bagi keluarga. Apakah dalam rangka melaksanakan kewajibannya atau sekadar dorongan meraih materi dan ambisi duniawi? Begitu pula remaja akan mengamati ibunya yang merawat anak-anak dan mengurus rumah mereka. Apakah ibu melakukannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah atau sekadar karena ibu senang melakukan aktivitas tersebut?
Untuk maksud ini, penting agar pembinaan Islam kafah tidak hanya diberikan kepada remaja muslim. Akan tetapi, seharusnya juga dijalani oleh setiap muslim, termasuk ayah, ibu dan seluruh anggota keluarga. Dengan demikian, remaja muslim akan merasakan bahwa rumah adalah wadah yang sangat mendukung hadirnya motivasi ruhiyah. Ini adalahkesadaran terhadap hubungan kita dengan Allah Swt. dalam setiap aktivitas kehidupan. Wallahualam bissawab. [MNews/YG]
