Penulis: Syekh Taqiyudin an-Nabhani
Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Kadang-kadang tampak secara selintas pertama bahwa bahaya yang mengancam kehidupan manusia merupakan penyebab adanya sur’atul badihah. Yang demikian itu karena banyaknya kejutan-kejutan dan banyaknya kejadian-kejadian yang tidak biasa yang membutuhkan adanya sur’atul badihah.
Kadang-kadang terlihat pula bahwa latihan dan kebiasaanlah yang menciptakan sur’atul badihah. Akan tetapi, yang sebenarnya adalah bahwa kedua hal itu membantu terciptanya sur’atul badihah, tetapi keduanya tidak menciptakan sur’atul badihah. Tidak pada orang-orang yang pekerjaannya membutuhkan pemikiran seperti dokter, insinyur, guru, dan yang semisal dengan mereka. Tidak pula pada orang-orang yang pekerjaan mereka bersifat fisik seperti tukang kayu, pandai besi, buruh, dan yang seperti mereka.
Yang demikian itu karena bahaya yang mengancam kehidupan manusia membantu terwujudnya sur’atul badihah dan latihan serta pembiasaan akan menjadikannya sesuatu yang alamiah, mengembangkannya, dan membantu untuk mewujudkannya. Akan tetapi, keduanya tidak mewujudkannya sama sekali secara apa adanya maupun dari segi pemikiran.
Adapun cara menciptakan sur’atul badihah pada orang-orang yang bekerja secara fisik dan mereka adalah mayoritas terbesar dari umat atau bangsa, dan ini telah kami jelaskan sebelumnya bahwa menciptakan sur’atul badihah pada mereka ini dengan pendidikan kolektif, yaitu dengan menciptakan pemikiran-pemikiran yang akan mewujudkan sur’atul badihah. Seperti pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan dan kenapa ada kejutan baginya. [MNews/Rgl]
Sumber artikel: Syekh Taqiyudin an-Nabhani, Sur’atul Badihah (Berpikir Cepat dan Produktif)
