Muslimah News, NAFSIYAH — Hati yang sehat pada seorang muslim berbanding lurus dengan kadar rasa takutnya kepada Allah Taala. Ini dinyatakan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.” (QS Al-Anfal: 2).
Tanda-Tanda Hati yang Takut kepada Allah Taala
Pertama, gemetar tubuhnya dan tenang kulit serta hatinya ketika mendengar lantunan ayat Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman, “Allah telah menurunkan perkataan yang baik (Al-Qur’an) yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dan dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakinya-Nya. Barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” (QS Az-Zumar: 23).
Kedua, kekhusyukan hati ketika berzikir kepada Allah. Firman-Nya, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya. Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hadid: 16).
Ketiga, mendengarkan kebenaran, serta tunduk terhadapnya. Allah Swt. berfirman, “Agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya. Sesungguhnya, Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (QS Al-Hajj: 54).
Keempat, bertobat kepada Allah Taala. Allah Swt. berfirman, “Yaitu orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedangkan Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat.” (QS Qaaf: 33).
Kelima, berdebarnya hati karena cinta kepada kaum muslim. Firman-Nya, “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Rabb kami. Sesungguhnya, Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.’” (QS Al-Hasyr: 10).
Keenam, selalu mengutamakan hal yang bermanfaat. Misalnya, menuntut ilmu agama, membaca, serta mentadaburi Al-Qur’an, dan lain-lain. Ketujuh, mengutamakan akhirat daripada dunia. Ia menjadikan dunia sebagai tempat mencari bekal untuk akhirat yang kekal. Mempersiapkan diri dengan melakukan ketaatan dan mengerjakan amal-amal saleh dengan ikhlas karena Allah Swt., serta menjauhi berbagai larangan-Nya.
Memiliki hati yang sehat akan memudahkan seorang muslim menjalani kehidupan di dunia. Ia pun akan berpengaruh positif untuk orang-orang di sekitarnya. Bahkan, banyak orang yang bisa mengikuti langkah-langkahnya dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah Taala. Masyaallah. Wallahu muwafiq. [MNews/Rndy-YG]
