[Nafsiyah] Keutamaan Membaca, Mempelajari, dan Mengamalkan Al-Qur’an

[Nafsiyah] Keutamaan Membaca, Mempelajari, dan Mengamalkan Al-Qur’an

Penulis: Ustaz Arief B. Iskandar

Muslimah News, NAFSIYAH — Sebagai pedoman hidup setiap muslim, Al-Qur’an adalah kitab yang bisa menghidupkan jiwa dan menenteramkan hati. Al-Qur’an mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah Taala. Siapa saja yang berkata dengan Al-Qur’an akan terpercaya, yang mengamalkan Al-Qur’an akan bahagia, yang memutuskan hukum dengan Al-Qur’an pasti akan adil, dan yang mendakwahkan Al-Qur’an berarti telah menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus.

Al-Qur’an adalah sebaik-baik bekal bagi setiap muslim. Dengan Al-Qur’an, hati akan menjadi lapang. Dengan Al-Qur’an, dunia akan menjadi hina bagi para pengembannya saat berada di jalan Allah Taala. Ia akan senantiasa mengatakan kebenaran dan tidak takut celaan.

Oleh karena itu, membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an adalah keutamaan. Terkait keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, Rasulullah saw. bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.” (HR Al-Bukhari).

Lalu terkait keutamaan membaca Al-Qur’an, Rasul saw. juga bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan “Alif Lam Mim” adalah satu huruf, tetapi Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama-sama dengan para malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan sangat berat bagi dirinya akan mendapatkan dua pahala.” (HR Muslim).

Rasulullah saw. bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

“Kelak (di akhirat) akan dikatakan kepada pembaca dan pengamal Al-Qur’an, “Bacalah, naiklah terus dan bacalah dengan tartil sebagaimana engakau telah membaca Al-Qur’an dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. [MNews/YG]

Sumber: ariefbiskandar[dot]com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *