Penulis: Shezan A. Gerung
Muslimah News, DUNIA REMAJA — Sobat muslimah, belakangan viral, nih, beberapa selebritas yang dinobatkan menjadi duta. Sekadar contoh, ada wacana dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi yang akan menjadikan artis Wulan Guritno sebagai duta antijudi online. Setelah mempromosikan judi online, ia malah menjadi duta. Ckckck.
Aneh saja, sih, setelah melakukan pelanggaran, kok malah digadang-gadang bakal menjadi duta. Benar-benar di luar nalar. Apa kudu melakukan hal yang kontroversi dulu agar bisa menjadi duta? Eit, tetapi bagi remaja Islam, ada yang lebih penting, nih, yakni menjadi duta Islam terpercaya. Bagaimana caranya? Simak sampai tuntas, ya!
Tetap Waras dengan Islam
Di tengah kontroversi dan logika yang kebalik-balik, remaja muslim kudu tetap waras. Ya, menjaga kewarasan agar tetap bisa melihat dengan benar kondisi umat hari ini. Apa yang dilakukan oleh mereka yang digadang-gadang menjadi duta sesungguhnya merupakan pelanggaran syariat, Sobat.
Siapa pun pasti setuju bahwa judi adalah perbuatan buruk. Enggak ada satu pun faedah berjudi, selain kesengsaraan. Uniknya, judi ini ada efek negatifnya. Apa itu? Kecanduan! Sehingga sulit banget memastikan orang-orang yang kadung terjebak di dalamnya untuk melepaskan diri.
Mungkin saja menjadikan seseorang sebagai duta niatnya baik. Entah sebagai motivasi atau alasan lainnya. Hanya saja, jangan mengorbankan masyarakat banyak, dong. Maksudnya bagaimana, nih? Maksudnya, jika mereka yang harusnya mendapat hukuman malah mendapat reward, bagaimana masyarakat menalar keputusan ini? Lagian, apa dengan adanya duta lantas masalah judi online mereda? Oh, tidak semudah itu, Esmeralda.
Kriminalitas akan mereda ketika hukuman yang berlaku memiliki efek jera bagi pelaku. Masyarakat yang paham adanya proses hukum yang berlaku pun akan penuh pertimbangan melakukan pelanggaran. Akan tetapi begitulah, ya, hukum hari ini logikanya kebalik-balik. Saking enggak masuk akalnya, tidak sedikit yang memilih tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi.
Hanya saja bagi seorang muslim, kita tidak boleh berdiam diri sementara kemaksiatan merajalela. Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).
Waspadalah, mereka yang diam saja sementara kemaksiatan terjadi di depannya disebut setan bisu. Aduh, mengerikan, ya! Naudzubillah tsumma naudzubillah. So, apa yang harus kita lakukan sebagai remaja muslim?
Yuk, Menjadi Duta Islam
Sobat muslimah, Allah telah menjamin kesempurnaan Islam dan menurunkan seperangkat aturan yang akan menjadi pedoman hidup manusia. Oleh karena itu, siapa pun wajib terikat dengan syariat Allah. Tidak ada satu pun perbuatan yang tidak ada syariatnya.
Meskipun ada hal baru, maka akan ada penelaahan fakta lalu ditetapkan status hukumnya. Seperti judi online, misalnya. Hal semacam ini di zaman Rasulullah mah, enggak ada. Akan tetapi jika merujuk pada dalil keharaman judi, akan terlihat bahwa itu adalah perbuatan yang melanggar syariat.
Untuk memahami berbagai aturan Allah di segala aspek kehidupan, penting banget untuk belajar Islam kafah. Islam kafah ya, bukan Islam moderat atau Islam jenis lainnya yang belakangan rame wara-wiri.
Kalau ada yang beranggapan bahwa mereka yang sedikit-sedikit merujuk ke agama disebut mabuk agama, fix ia butuh pertolongan. Manusia itu lemah, terbatas, membutuhkan sesuatu yang tidak terbatas, itulah Allah, Sang Pencipta. Selain sebagai pencipta, Allah juga pengatur kehidupan. Allah memberikan pedoman hidup bagi manusia berupa seperangkat aturan melalui para Rasul utusan-Nya.
Untuk mempelajari Islam, Sobat sekalian bisa memulai dengan mencari circle yang benar. Di dalam circle inilah Sobat akan menemukan para sahabat taat yang akan saling mengingatkan dalam berbagai perkara. Ya, memahami Islam harus diiringi dengan kemauan untuk saling mengingatkan.
Bagi seorang muslim, memberi nasihat dan terlibat aktif melakukan dakwah adalah satu-satunya pilihan. Dakwah adalah implementasi ketaatan kita terhadap perintah-Nya. Allah Swt. berfirman, “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl: 125). Pada ayat ini, Allah memberikan tuntunan kepada manusia cara memberikan nasihat.
Ketika kita memahami Islam dan menyampaikannya kepada umat, berarti kita sudah menjadi duta Islam. Tentu banyak proses yang harus dilalui. Namun, dengan keistikamahan dan atmosfer kebaikan dari para sahabat salihah, insyaallah bukan perkara mustahil menjejaki apa yang sudah Rasulullah dan para sahabat lakukan. So, siap menjadi duta Islam yang tangguh? Tentu siap, dong! [MNews/YG]
