[Kabar] Perang di Sudan Menewaskan Ratusan Orang, Hanya Satu Solusinya

[Kabar] Perang di Sudan Menewaskan Ratusan Orang, Hanya Satu Solusinya

Muslimah News, INTERNASIONAL — Idulfitri, Jumat (21-4-2023), diwarnai suara tembakan yang terdengar di beberapa lingkungan di ibu kota Sudan, Khartoum, setelah tentara dikerahkan dengan berjalan kaki untuk pertama kalinya dalam pertempuran hampir seminggu dengan pasukan paramiliter.

Mengutip Reuters (21-4-2023), tentara dan orang-orang bersenjata dari Pasukan Rapid Support Forces (RSF) paramiliter saling menembak di daerah pemukiman di utara, barat dan tengah kota, termasuk selama panggilan untuk melaksanakan salat Idulfitri dini hari, kata saksi mata.

Sebelumnya, CNN Indonesia melaporkan, bentrokan antara militer dan pasukan paramiliter utama Sudan sejak Sabtu (15-4-2023) lalu telah menewaskan sedikitnya 185 orang dan melukai 1.800 lainnya.

Data itu diungkap oleh kepala misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Sudan, Volker Perthes.

“Saat ini situasi di negara Afrika itu “sangat cair” sehingga sulit untuk mengetahui kondisi pemerintahan yang sebenarnya,” ujarnya.

Bentrokan ini pecah ketika dua faksi utama rezim militer Sudan saling berebut kekuasaan di negara itu.

Pertama, ada militer Sudan yang berada di bawah kekuasaan penguasa de facto Abdel Fattah al-Burhan. Sedangkan, faksi kedua adalah pasukan paramiliter RSF ada di bawah kendali mantan panglima perang, Jenderal Mohamed Hamdab Dagalo, yang juga dikenal sebagai Hemedti.

Wilayah Darfur

Media politik ideologis internasional Sudan juga merilis bahwa perang suku, tindak kekerasan, penjarahan, pembakaran, dan pembunuhan baru-baru ini meletus di sebagian besar wilayah Darfur, Sudan, di tengah ketegangan keamanan dan kesukuan yang hebat, yang telah menjadi ciri khas wilayah tersebut.

“Meskipun apa yang disebut Perjanjian Damai Juba antara pemerintah dan gerakan bersenjata telah ditandatangani pada Oktober 2020, situasi masih diwarnai gejolak keamanan, terutama di negara bagian Darfur Barat dan Selatan,” rilisnya.

Media itu menjelaskan bahwa kehadiran lebih dari 90 gerakan bersenjata di Sudan, kira-kira 80 di antaranya di wilayah Darfur saja, menegaskan rapuhnya situasi keamanan, dan bahwa yang disebut perdamaian bukanlah perdamaian, melainkan godaan bagi semua orang, terutama di Darfur, untuk mengangkat senjata dalam meraih akses ke kekuasaan dan kekayaan.

“Menjatah jabatan gubernur dan lainnya bagi gerakan yang membawa senjata, menumpahkan darah terlarang, dan melanggar kesucian adalah penyebab utama dari apa yang terjadi di Darfur, karena menimbulkan dendam antar komponen masyarakat di sana,” tegasnya.

Menurut media itu, situasi di Darfur dan di tempat lain akan tetap seperti itu, atau bahkan lebih buruk, mengingat pandangan otoritas yang mementingkan diri sendiri, dan mengingat pemerintah, partai, lingkungan politik, dan militer jatuh ke tangan penjajah.

“Merekalah yang tidak menghormati ikatan kekerabatan atau perjanjian dengan orang-orang beriman, melainkan merekalah yang mendorong dan menyulut kekacauan ini untuk membuka investasi demi kepentingannya,” kritiknya.

Khilafah

Media itu menegaskan bahwa satu-satunya solusi untuk masalah di Sudan ini adalah deklarasi Khilafah Rasidah kedua dengan metode kenabian.

“Khilafah akan memulihkan keadaan menjadi normal kembali dengan cara hidup Islami sehingga kekuasaan akan menjadi tanggung jawab, bukan rampasan. Hak akan menjadi sebagaimana firman Allah SWT dan sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi saw.,” tulisnya memberikan solusi,

Jadi, lanjutnya, semua realitas pembunuhan , pembakaran dan penjarahan akan berakhir, dengan menerapkan hudud pada orang-orang yang melanggar hukum. Khilafah akan memotong tangan kafir kolonial yang mengganggu tanah muslim.

Media itu sangat yakin hanya Khilafah dengan metode kenabian yang bisa menciptakan keamanan dan stabilitas di dunia ini, memperoleh surga kebahagiaan di akhirat, dan keridaan Allah yang lebih besar.

Media itu mengutip QS Al-Anfal ayat 24 sebagai sandarannya,

[يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِي]

“Wahai orang -orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya ketika dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan untukmu,” [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *