Bersama Remaja Muslim Berjuang Mengembalikan Kehidupan Islam

Bersama Remaja Muslim Berjuang Mengembalikan Kehidupan Islam

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Sejak runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada 1924, umat muslim dunia tidak lagi berada dalam naungan sistem kehidupan Islam. Umat jauh dari aturan Islam mulai dari sistem politik, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial hingga persoalan keluarga.

Beruntun persoalan dan keburukan menimpa kehidupan manusia akibat ketiadaan sistem Islam. Termasuk kehidupan remaja yang semakin asing dengan pemahaman-pemahaman Islam hingga jatuh dalam kondisi terburuk dengan kriminalitas, L687, pergaulan bebas, HIV/AIDS, tidak beradab dan lain sebagainya.

Ditambah lagi serangan masif kapitalisme sekuler yang terus bekerja keras menjauhkan remaja dari Islam dengan proyek moderasi beragama dan pemberdayaan remaja sesuai dengan nafsu kapitalisme. Makin komplekslah problem kehidupan manusia hari ini.

Hal ini menunjukkan bahwa sudah tidak ada pilihan lain bagi umat muslim, kecuali kembali kepada Al-Qur’an dan Sunah. Umat harus mengajak remaja muslim untuk berjuang mengembalikan penerapan aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Agar seluruh umat, termasuk remaja muslim, terbebas dari berbagai cengkeraman kerusakan dan bangkit dari keterpurukan menuju kehidupan Islam yang aman, sejahtera, dan penuh keberkahan.

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-Araf: 96)

Bersama Remaja Mengkaji Islam Politik

Tidak cukup sekadar nasihat, ceramah, atau taklim nafsiyah untuk menumbuhkan kesadaran pada remaja muslim agar mampu keluar dari realitas buruk yang terjadi. Namun, mesti melalui pembinaan yang mendalam tentang berbagai fakta yang menimpa umat manusia hari ini, penyebab terjadinya, dan solusi agar bisa keluar dari problematik ini.

Hal seperti ini hanya bisa didapatkan dalam kajian Islam politik. Yaitu kajian yang membahas persoalan sistem yang hanya bisa diselesaikan secara sistemis pula.

Namun, perlu disadari bahwa kajian seperti ini tidak mudah, karena akan berhadapan dengan serangan musuh-musuh Islam dengan proyek deradikalisasi dan Islam moderat. Oleh karena itu, remaja muslim dan umat harus memahami bahwa justru kedua proyek tersebut adalah objek kajian yang harus dibongkar. Sebab keduanya penghalang kebangkitan Islam dan melanggengkan kerusakan di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kajian Islam politik, umat dan remaja muslim, termasuk keluarga, harus saling menguatkan dan memotivasi. Masyarakat dan keluarga jangan pernah berdiri di pihak yang melemahkan, membuat ragu, apalagi menghalangi remaja muslim untuk aktif dalam kajian. Keluarga juga harus peka dengan upaya-upaya musuh dengan berbagai program pemberdayaan remaja versi kapitalis.

Keluarga jangan bangga ketika anak remaja mereka terpilih menjadi duta-duta yang justru menjauhkan remaja dari Islam. Kecerdasan dan kreativitas remaja yang menjadi duta hanya diperas untuk kepentingan kapitalis.

Keluarga harus menguatkan anak remaja mereka bahwa potensi terbaik masa muda mereka hendaknya hanya diberdayakan untuk Islam dan kebangkitan umat muslim. Keluarga adalah pendukung dan penguat utama bagi berlangsungnya kajian Islam politik remaja dan anggota keluarga lainnya.

Bersama Mendakwahkan Islam Politik

Langkah selanjutnya adalah mendakwahkan Islam politik kepada teman, sahabat, kerabat, dan umat muslim lainnya. Agar mereka semua paham bahwa persoalan hari ini bukan terjadi sekadar karena mereka tidak mengerti cara wudu dan salat. Namun karena Islam politik tidak diterapkan di tengah-tengah kehidupan mereka dan serangan ideologi kapitalisme sekuler liberal yang sangat masif menghantam umat muslim.

Dengan dakwah yang intensif, harapannya umat muslim menjadi paham akar masalah dan mengerti bahwa mereka harus terbebas dari masalah ini dengan menuntut penerapan aturan Islam di seluruh lini kehidupan dalam naungan sistem pemerintahan Islam, Daulah Khilafah Islamiah.

Butuh keberanian berlapis dan kekukuhan akidah dalam melaksanakan kewajiban dakwah politik seperti ini. Sekali lagi, harus senantiasa ada penguatan dan motivasi yang kontinu dari keluarga dan jemaah dakwah agar remaja pendakwah Islam politik senantiasa tegar dan kuat mentalnya dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam aktivitas dakwah.

Saling memotivasi, menasihati, dan mengingatkan dalam kebenaran harus menjadi kebiasaan di dalam keluarga. Bahkan panasnya dakwah Islam politik hendaknya selalu digelorakan dalam keseharian remaja, keluarga, dan jemaah dakwah.

Allah Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-Ahsr: 1—4).

Doa dan kesabaran hendaknya senantiasa dipupuk dan ditumbuhsuburkan dalam setiap helaan napas pengemban dakwah, termasuk remaja muslim. Tawakal kepada Allah bersama ikhtiar maksimal dan optimal dalam perjuangan menjadi keharusan. Dengan demikian, seluruh jerih payah dan setumpuk kelelahan akan terbayar dengan limpahan keberkahan dan keridaan Allah Taala. Amin. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *