Penulis: Rindyanti Septiana, S.H.I.
Muslimah News, RISALAH KEPEMUDAAN — Kehidupan generasi muda pada masa Khilafah sangat jauh dari hura-hura, dugem, dan gaya hidup hedonistik lainnya. Mereka tidak mengonsumsi minuman keras, narkoba, atau sejenisnya.
Saat mereka memiliki masalah, keyakinan mereka kepada Allah, qada dan kadar, rezeki, dan ajal, termasuk tawakal yang sangat luar biasa. Setiap masalah bisa diselesaikan sehingga jauh dari stres atau mental illness (gangguan mental).
Lantas, apa yang membuat mereka bisa hidup bahagia menjalani kehidupannya? Ada beberapa hal yang dilakukan Khilafah sebagai institusi negara untuk menjaga kesehatan mental generasi.
Pertama, menyerukan setiap keluarga muslim untuk menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Anak-anak pada usia emas bisa dibentuk menjadi apa pun tergantung orang tuanya. Mereka bisa diajarkan menghafal Al-Qur’an pada usia 6 atau 7 tahun, kemudian menghafal berbagai kitab hadis dan kitab berbahasa Arab, serta dibiasakan untuk mengerjakan salat, puasa, zakat, infak, bahkan berjihad.
Kedua, negara menyuasanakan dengan kehidupan yang bersih, menjauhkan generasi muda dari berbagai hal yang menjerumuskan mereka pada kemaksiatan lewat tontonan pornografi, minuman yang memabukkan, dsb. Kehidupan laki-laki dan perempuan akan dipisah dan diatur sedemikian rupa dan akan ada sanksi tegas terhadap pelanggarannya.
Ketiga, negara menciptakan kehidupan masyarakat yang terbiasa beramar makruf nahi mungkar, saling tolong dan penuh rasa empati, juga kasih sayang. Selain itu, sistem pendidikan Islam akan mewujudkan generasi unggul bermental kuat.
Dapat dipastikan, produktivitas generasi muda dalam Khilafah menjadi luar biasa. Mereka akan disibukkan dengan ketaatan pada syariat sehingga bisa melahirkan banyak karya. Bahkan, mereka dapat menjadi peneliti dan ilmuwan pada usia belia.
Khilafah sangat memahami bahwa pemuda saat ini adalah tokoh pada masa mendatang. Kita semua tentu sangat menantikan tegaknya Khilafah, oleh karena itu harus kita perjuangkan bersama. [MNews/Gz]
