Karakter Istimewa Sistem Pendidikan Khilafah Menyelamatkan Generasi dari Dosa Besar Pendidikan

Karakter Istimewa Sistem Pendidikan Khilafah Menyelamatkan Generasi dari Dosa Besar Pendidikan

Penulis: Dr. Rini Syafri

Muslimah News, RISALAH KEPEMUDAAN — Ada tiga dosa besar pendidikan menurut pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, yakni intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying).[1]

Apabila ditelisik, sejatinya ketiganya adalah buah pahit kehadiran rezim berkuasa bagi keberadaan sistem pendidikan sekuler dengan agenda politik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan keseluruhan sistem kehidupan sekuler (sekularisme).

Sekilas tentang “Dosa Besar” Penanganan

Selama kurang lebih tiga tahun sejak dicanangkan hingga kini, gerakan pencegahan dan penanganan tiga dosa besar itu makin masif dilakukan, hanya saja masih dalam perspektif dan kepemimpinan berpikir sekularisme. Ini tampak dari pemikiran yang diaruskan Pusat Penguatan Karakter (PusPeKa), juga penguatan profil Pancasila dan program “Roots”.[2][3] Inilah dosa besar berikutnya akibat kesalahan penanganan yang bersumber dari paradigma sekularisme.

Wajar jika pergaulan bebas (dan berbagai akibat buruknya) serta perundungan masih menjadi persoalan serius, bahkan makin marak di tengah masyarakat maupun di satuan pendidikan. Sementara itu, gerakan “penghapusan intoleransi” justru makin gencar ditujukan pada Islam kafah (Islam ideologi) dan para pemuda pengembannya.

Kemen PPPA menyatakan, “Kami sangat prihatin dan khawatir atas hadirnya doktrin ideologi Khilafah yang dapat memengaruhi keyakinan anak-anak terhadap ideologi Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak buruk terhadap sikap toleransi dan cinta tanah air yang dimilikinya.”[4]. 

Padahal, hanya dengan keberadaan pemuda pembela Islamlah negeri ini akan selamat dari bahaya kesengsaraan sekularisme dan dosa besar akibat buruk yang ditimbulkannya. 

Pada tataran ini, menjadi begitu penting akan hadirnya sistem pendidikan alternatif agar para pemuda terbebas dari bahaya dan dosa besar akibat penerapan sistem pendidikan sekuler dan seluruh sistem hidup sekularisme. Selain itu juga agar para pemuda berada di ruang kehidupan dan peradaban yang selaras dengan fitrahnya, yakni mendedikasikan penuh seluruh keahlian dan segala nikmat dari Allah ‘Azza wa Jalla semata untuk kepemimpinan peradaban Islam.

Solusi Cerdas, Karakter Istimewa Sistem Pendidikan Khilafah

Satuan pendidikan (sekolah maupun kampus) yang menerapkan sistem pendidikan Islam—sistem pendidikan Khilafah—adalah satu-satunya ruang yang dipenuhi keselamatan dari berbagai perbuatan maksiat atau dosa besar, di samping berlimpahnya kelembutan dan kasih sayang. Ini karena adanya sejumlah karakter istimewa yang menyatu dengannya.

—

Pertama, karakter sistem pendidikan Khilafah sebagai satu kesatuan dengan seluruh sistem Islam, yakni sebagai petunjuk agar manusia selamat dari perbuatan dosa, di samping bersifat pembawa rahmat. 

Penerapan sistem pendidikan Khilafah menjadikan satuan pendidikan steril dari nilai materi dan penuh dengan nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan. Ini adalah kunci rahasia terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, terhormat, dan bermartabat bagi keberlangsungan proses belajar-mengajar.

—

Kedua, sifat tujuan utama keberadaan masyarakat Islam yang menerapkan secara praktis sistem pendidikan Khilafah akan menjadikan lingkungan pendidikan terliputi berbagai tujuan mulia, yakni terjaganya kelestarian ras manusia, akal, dan kemuliaan jiwa manusia. Inilah puncak tujuan masyarakat Islam sebagai ketentuan dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Khilafah begitu berhati-hati dari kelalaian pelaksanaan syariat; tidak menoleransi pelanggaran syariat sekecil apa pun dengan penegakan sanksi sesuai syariat. Sanksi ini bersifat berefek jera bagi pelakunya dan pencegah orang lain melakukan tindakan kriminal yang sama 

—

Ketiga, karakter filsafat amal menurut Islam menjadi jiwa pelaksanaan praktis sistem pendidikan Islam sebagaimana sistem Islam keseluruhan, yakni wujud keterikatan pada syariat-Nya dengan dorongan meraih rida-Nya.

Walhasil, aspek ruhiah—kesadaran hubungan dengan Allah Taala—senantiasa hadir di segenap aktivitas dalam satuan pendidikan. Atmosfer ketakwaan pun begitu dominan melingkupi lingkungan pendidikan. Hal ini tampak dari praktik sistem pendidikan Khilafah itu sendiri sebagai wujud kuatnya keterikatan terhadap Islam. 

—

Keempat, karakter berbagai unsur pembentuk sistem pendidikan Khilafah sedari dasarnya (akidah Islam yang sesuai fitrah insaniah dan memuaskan akal) menjadi upaya praktis bagi terwujudnya dua tujuan pokok sistem pendidikan Khilafah. Dua tujuan itu adalah membangun kepribadian Islam (akliah dan nafsiah) anak-anak umat, serta untuk mempersiapkan agar di antara mereka lahir para ulama yang ahli di setiap aspek kehidupan. 

Kedua tujuan pokok ini begitu selaras dengan fitrah insaniah peserta didik dan pengajar sebagai makhluk mulia dan pemakmur bumi, di samping selaras dengan hakikat keberadaan ilmu sebagai “air dalam kehidupan”. Ia akan berefek positif bagi terwujudnya suasana penuh ketenangan bagi jiwa-jiwa peserta didik maupun lingkungan yang melingkupinya. 

—

Kelima, penerapan secara praktis aturan syariat terkait interaksi laki-laki dan perempuan di satuan pendidikan. Misalnya, pemisahan murid laki-laki dan perempuan, serta ketentuan lain yang secara praktis mencegah terjadinya suasana kerendahan perilaku dan penyimpangan hukum syariat. ” … (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah: 50).

—

Kelima karakter istimewa sistem pendidikan Khilafah dan Negara Khilafah itu sendiri menjadikan para pemuda (sebagai peserta didik, guru, dosen, penguasa, dan segala peran bagi pelaksanaan) secara praktis terhindar dari kerendahan berpikir, serta kerendahan berperasaan dan bertingkah laku. 

Dengan sendirinya, semua ini menjauhkan satuan pendidikan dari segala keburukan dosa dan maksiat. Hampir mustahil ditemukan praktik pergaulan bebas, kekerasan seks, perundungan, dan berbagai bentuk aktivitas rendah dan hina lainnya pada satuan pendidikan Khilafah. 

Refleksi Masa Lalu untuk Hari Ini

Karakter Khilafah bervisi pewujud rahmatan lil’ aalamiin dan fungsinya sebagai pengurus kemaslahatan masyarakat (sebagai pusat penerapan sistem pendidikan Islam) tidak saja mampu menghadirkan kemewahan nonfisik di lingkungan pendidikan, melainkan juga kemewahan fisik yang makin menguatkan keistimewaan satuan pendidikan Khilafah.

Bangunan dan gedung didesain bagi terwujudnya secara sempurna karakter istimewa sistem pendidikan Khilafah berupa rancangan infrastruktur satuan pendidikan yang indah dan megah. Dilengkapi berbagai sarana dan prasarana dengan teknologi terkini yang memenuhi prasyarat keamanan, kenyamanan, dan kesehatan bagi proses belajar-mengajar.

Terpenuhinya aspek jumlah dan kualitas satuan pendidikan di pusat kota maupun pelosok negeri pun menjadikan setiap individu mudah mengakses hak pendidikan yang dibutuhkan pada semua tingkatannya secara cuma-cuma. 

Di pundak negaralah tanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan pendidikan publik dan pemuda secara langsung. Rasulullah saw. bersabda, “Khalifah adalah pengurus urusan rakyat dan ia bertanggung jawab terhadap urusan mereka.” (HR Bukhari).

Karakter istimewa sistem pendidikan Khilafah dalam wujud peradaban Islam yang agung dan luhur telah disaksikan dan dirasakan umat manusia di berbagai penjuru dunia selama berabad-abad berupa perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilingkupi budaya bermartabat dan luhur. Karakternya yang istimewa menjadikan peradaban Islam mengungguli peradaban mana pun. Ia akan kembali berpengaruh kuat sebagai pemimpin peradaban dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. 

Seruan

Inilah solusi cerdas yang harus diadopsi siapa saja yang peduli, terutama pemerintah, jika memang benar-benar tulus bermaksud menyelamatkan pemuda dan negeri ini dari bahaya dosa besar sistem pendidikan sekuler dan sekularisme. 

Ia harus mendukung penuh para pemuda yang berpikir cemerlang, ikhlas, dan sungguh-sungguh berdedikasi bagi kembalinya peradaban Islam. Hal ini agar melalui tangan-tangan merekalah janji-Nya, yakni kemenangan Islam, dapat segera tertunaikan.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yunus [11]: 57). Wallahualam. [MNews/Gz] 


[1] https://edukasi.kompas.com/read/2021/12/20/191000471/serius-tangani-3-dosa-besar-dunia-pendidikan-nadiem-bentuk-pokja?page=all

[2] https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6442620/kemendikbudristek-ungkap-capaian-penghapusan-3-dosa-besar-pendidikan

[3] https://ditsmp.kemdikbud.go.id/mengatasi-perundungan-di-sekolah-dengan-program-roots/

[4] https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3956/waspada-radikalisme-menyusup-di-sekolah-anak-anak-kita;. 

Share

One thought on “Karakter Istimewa Sistem Pendidikan Khilafah Menyelamatkan Generasi dari Dosa Besar Pendidikan”

  1. Sistem pendidikan khilafah selamat pemuda dan generasi muda dari pola pikir kapitalis.Pola pikir yang salah akan melahirkan pola sikap yang salah pula.Saat nya generasi muda faham bahwa pendidikan yang sesuai syariat lah yang mampu mewujudkan Islam rahmatan lil a’laamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *