[Kabar] Populasi HIV di DIY Didominasi Pelajar, Pengamat: Alarm Rusaknya Generasi

[Kabar] Populasi HIV di DIY Didominasi Pelajar, Pengamat: Alarm Rusaknya Generasi

Muslimah News, LENSA DAERAH — Pengelola Program di Sekretariat KPA DIY Laurentia Ana Yulistianti mengatakan, populasi HIV di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta didominasi oleh usia 20 sampai 29 tahun, kemudian usia 30 sampai 39 tahun.

“Jadi populasi usia paling banyak 20 sampai 29 yang mana usia pelajar dan mahasiswa. Jumlah mahasiswa terkompilisasi muda di bawah 25 tahun,” jelasnya sebagaimana dikutip dari tribunjogja, (26/8/2022).

Faktor banyaknya usia produktif terpapar HIV dijelaskan Ana lantaran perilaku seksual yang berlebihan.

Perkembangan teknologi terutama teknologi virtual, disinyalir memudahkan seseorang mengakses jasa seksual.

Alarm Rusaknya Generasi

Banyaknya usia produktif yang terpapar HIV/AIDS ditanggapi oleh pengamat masalah perempuan, keluarga, dan generasi dr. Arum Harjanti, sebagai alarm rusaknya generasi dan peradaban manusia.

“Tingginya infeksi HIV pada usia produktif, alarm rusaknya generasi dan peradaban manusia,” tuturnya kepada MNews

Infeksi HIV/AIDS jelas Arum, telah merusak produktivitas para pemuda harapan bangsa. “Negara pun menanggung kerugian besar karena calon generasi penerusnya sudah tidak berdaya di masa muda mereka. Jangan lupa juga, kerugian terbesar adalah rusaknya generasi yang teperdaya budaya buruk Barat, jauh dari karakter pemuda Islam yang saleh,” imbuhnya.

Buah Kebebasan

Fenomena ini, nilai Arum, sejatinya buah dari kebebasan perilaku yang dijamin oleh sekularisme. “Atas dasar hak asasi manusia, setiap orang bebas memilih orientasi seksualnya, mengabaikan aturan Allah tentang lembaga pernikahan,” ujarnya.

Parahnya, ia melanjutkan, dunia hari ini justru mendukung dan memberi ruang yang luas akan perilaku keji ini. “Melalui kampanye Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang dipimpin oleh lembaga global, bergaunglah seruan kebebasan seksual, yang menjamin seseorang kapan dan dengan siapa melakukan aktivitas seksual, meski tanpa terikat pernikahan,” kritik Arum.

Sejatinya dunia yang hari ini sedang dalam cengkeraman sekulerisme, ucap Arum, sedang menabung nasib buruknya, menanti kehancuran dirinya. “Peningkatan penularan infeksi HIV lambat laun akan menghantarkan dunia kepada berbagai kerusakan, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran manusia,” tukas Arum mengingatkan.

Kembali Kepada Aturan Allah

Penyelesaian HIV/AIDS ini tegas Arum hanya bisa diselesaikan dengan kembali kepada aturan Allah. “Sudah saatnya kita kembali pada aturan Allah, Zat Yang Maha Sempurna. Dialah yang menurunkan syariat Islam sebagai aturan yang akan menyelesaikan berbagai persoalan manusia, termasuk infeksi HIV/AIDS,” tegasnya.

Islam, lanjutnya, memiliki aturan sempurna untuk mengatur perilaku manusia, termasuk dalam sistem pergaulan. “Islam pun menetapkan standar baik dan buruk, juga mengatur perilaku terpuji dan tercela yang dengannya kemuliaan manusia dan peradaban akan terjaga. Islam menetapkan kehidupan laki-laki terpisah dengan perempuan, tidak ada campur baur atau pun berdua-duaan tanpa mahram,” bebernya.

Islam, tutur Arum, mengharamkan seks bebas, juga seks sesama jenis, Islam menetapkan lembaga pernikahan yang dibangun antara laki-laki dan perempuan sebagai satu-satunya jalan untuk menyalurkan syahwatnya.

“Islam juga memiliki sanksi tegas atas setiap pelanggaran aturan Allah yang akan membuat pelaku kemaksiatan jera dan mencegah berulangnya perilaku buruk tersebut. Keimanan yang kuat akan membuat setiap individu melaksanakan ketaatan kepada aturan Allah,” imbuhnya.

Dengan penerapan sistem pergaulan Islam dalam semua aspeknya, kata Arum, juga sistem kehidupan lainnya berdasarkan Islam, infeksi HIV akan dapat dicegah penularannya sehingga generasi akan hidup dalam kemuliaannya, menjadi calon generasi penerus masa depan peradaban Islam yang mulia.

“Sungguh, Allah adalah sebaik-baik Pembuat Aturan. Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” tutup Arum memungkasi penuturan. [MNews/IA]

Foto sampul: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *