Muslimah News, NASIONAL — Ulama aswaja K.H. Rokhmat S. Labib menyatakan, kepemimpinan saat ini adalah sesuatu yang sangat kritis.
“Kepemimpinan saat ini adalah sesuatu yang sangat kritis dan sangat langka di tengah kehidupan sebab sistem yang saat ini diterapkan bukan sistem yang digariskan Rasulullah saw.,” jelasnya dalam Maulid Leadership Forum 1444 H, Sabtu (08/10/2022).
Ia menyampaikan, sebagai mukmin tentu saja mengingat beliau saw. tidak hanya saat Maulid.
“Kita diperintahkan untuk berselawat selalu mengingat beliau. Allah tinggikan nama beliau sebagaimana yang disampaikan Jibril bahwa, ‘Ketika nama-Ku disebut, maka namamu juga disebut, baik dalam syahadat selawat, bacaan tahiat dalam salat,’ dan seterusnya,” ujarnya.
Syiar Rasul
Oleh karena itu, lanjutnya, peringatan Maulid ini ditujukan untuk menyiarkan dan menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah agar makin kuat dan kukuh mengikuti beliau pada setiap aspek kehidupan.
“Banyak peringatan Maulid dilakukan, tetapi sayangnya belum mampu menggerakkan mereka mengikuti seluruh syariat yang disampaikan Rasulullah. Yang diikuti baru dalam hal ibadah, akhlak, kehidupan keluarga, tetapi belum menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan dalam perkara ekonomi, politik, dan bernegara,” paparnya.
Yang mengerikan, imbuhnya, mereka yang mengaku mencintai Nabi justru tidak mau mengikuti cara Nabi dalam hal kenegaraan.
“Mereka lebih memilih mengikuti cara John Locke, Montesquieu, dan lainnya yang mengajarkan Trias Politica,” katanya miris.
Padahal, lanjutnya, Rasulullah mengajarkan tentang menegakkan Daulah Islam yang diikuti khulafa setelahnya.
“Oleh karena itu, jika mengaku mencintai Nabi, seharusnya ittiba’ kepada Nabi,” tegasnya.
Rasulullah Teladan Kepemimpinan
Kiai Labib menjelaskan, Allah mengatakan bahwa jika kamu mencintai Allah, Allah memerintahkan untuk mengikuti risalah Rasulullah saw. secara kafah.
“Salah satu perkara penting yang beliau ajarkan untuk kita terapkan adalah kepemimpinan atau qiyadah. Pembahasan kepemimpinan ini pun sangat luas, baik di dalam keluarga hingga negara, beliau adalah contoh yang sangat baik. Catatan penting bagi kita yang tidak boleh dilupakan dan harus terus diperjuangkan adalah kepemimpinan dalam Khilafah Islamiah,” ucapnya mengingatkan.
Ia menegaskan, saat berbicara tentang Rasulullah dan keteladanannya, penting dicamkan dalam diri kita.
“Benarkah kita menjadi pengikutnya? Benarkah kita menjadi umatnya? Kalau sudah mendeklarasikan sebagai pengikutnya dan umatnya, maka mestinya kita mengikuti apa pun yang diajarkan Rasulullah karena Al-Qur’an jelas menyebutkan [bahwa] sungguh pada diri Rasulullah ada uswah hasanah, teladan yang baik bagi kita,” tandasnya. [MNews/Ruh]
