[Nafais Tsamarat] Larangan Sikhriyyah

[Nafais Tsamarat] Larangan Sikhriyyah

Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al Hujurat: 11).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah Taala melarang dari perbuatan sikhriyyah terhadap manusia, yaitu sikap merendahkan orang lain dan menghina mereka. Boleh jadi orang yang dihina lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah dan Allah lebih mencintainya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ‘Hai orang-orang beriman, janganlah sekumpulan laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik daripada mereka.’” (Tafsir Al-Qur’an Al ‘Adzim).

Bisa jadi orang yang direndahkan lebih mulia di sisi Allah, serta lebih banyak amal kebaikannya dan lebih bertakwa. Tidak ada jaminan seseorang akan selalu lebih baik kondisinya daripada orang lain. Orang kaya bisa hilang hartanya secara mendadak. Orang yang memiliki jabatan tinggi bisa melengser seketika. Oleh karenanya, seseorang tidak pantas merasa jemawa, merasa dirinya lebih baik daripada orang lain sehingga merendahkannya.

Ada pengkhususan penyebutan perempuan dalam ayat di atas. Ini karena kebanyakan orang yang melakukan perbuatan sikhriyyah adalah kaum perempuan sehingga disebutkan larangan secara khusus bagi mereka. (Al Manhiyaat fii Surati Al Hujuraat). [MNews/RY-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *