Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Taala berfirman, “Mereka (orang-orang Yahudi) suka mendengarkan kedustaan dan suka memakan suhtun.” (QS Al-Maidah: 42).
Imam Al-Hasan al-Bashri dan Sa’id bin Jubair menafsirkan suhtun dalam ayat di atas dengan risywah (suap). (Tafsir At-Thabari, 10: 318).
Praktik suap dan menyuap yang termasuk suhtun makin menjadi-jadi di negeri ini. Bahkan, suap telah dipertontonkan kepada masyarakat, saling membongkar kerakusan yang dilakukan oknum dalam lembaga negara. Angka korupsi dan suap pun jumlahnya fantastis. Rakyat sampai mengesot mencari sesuap nasi untuk makan dengan jalan halal. Sementara itu, para pemangku jabatan mengambil jalan pintas lewat risywah untuk mendapatkan keuntungan.
Inilah wajah negeri yang menerapkan kapitalisme. Apakah kita masih betah bertahan hidup di dalamnya? Bukankah kembali pada sistem Islam merupakan pilihan yang semestinya dipilih oleh hamba-Nya? [MNews/RY-YG]
