[Nafais Tsamarat] Menjadi Mukmin Sejati

[Nafais Tsamarat] Menjadi Mukmin Sejati

Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Taala berfirman, “Demi Tuhanmu, sekali-kali mereka tidaklah beriman sampai mereka berhakim kepadamu dalam segala yang mereka perselisihkan. Kemudian, mereka tidak mendapati rasa berat di dalam diri mereka atas apa yang kamu putuskan dan mereka pun menerimanya dengan sepenuhnya.” (QS An-Nisaa’: 65).

Ayat di atas mengandung beberapa makna. Pertama, setiap muslim harus berhakim kepada Nabi ﷺ. Kedua, setiap muslim tidak boleh merasa sempit di dalam hatinya terhadap keputusan Nabi ﷺ. Ketiga, setiap muslim harus tunduk menerima sepenuhnya dan pasrah secara total terhadap Nabi ﷺ.

Ulama mengatakan bahwa dengan ketiga syarat inilah seorang muslim bisa menjadi mukmin. Apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, bisa jadi ia keluar dari keimanan secara keseluruhan atau bisa juga menjadi menyusut keimanannya. (Syarah Riyadhush Shalihin, I/589).

Seharusnya manusia menyandarkan semua perbuatannya kepada syariat yang dibawa oleh Nabi ﷺ. Hal itu akan menjadikannya sebagai mukmin sejati. Namun, sangat memprihatinkan ketika sebagian manusia tidak menghiraukan syariat-Nya. Mereka menjadikan aturan manusia sebagai hukum yang mengatur kehidupan. Justru hal ini bisa mengeluarkannya dari keimanan pada Allah Taala. [MNews/RY-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *