Parenting Islami, Nuansa Nabawi

Parenting Islami, Nuansa Nabawi

Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Suatu hari pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab ra., Abdullah bin Zubair bermain dengan anak-anak sebayanya. Saat Khalifah Umar datang, teman-temannya lari menjauh, tetapi Abdullah tetap diam di tempatnya. “Mengapa kamu tidak lari bersama teman-temanmu?” tanya Umar. Ia menjawab, “Aku tidak berbuat salah, lantas mengapa aku harus lari? Lagipula, jalanan di sini tidak terlalu sempit. Oleh karenanya, aku mempersilakan Anda lewat.” Umar ra. sangat senang mendengar ucapan Abdullah ini.

Abdullah bin Zubair adalah salah satu di antara empat serangkai yang dijuluki sebagai Al-Abadilah. Mereka adalah Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Amr, dan Abdullah bin Zubair.      

Abdullah bin Zubair ikut dalam Perang Yarmuk. Pada masa pemerintahan Utsman, ia berhasil membebaskan wilayah Afrika. Ia termasuk orang yang membela Utsman ra. ketika para pemberontak mengepung rumah Utsman ra.. (Syekh Muhammad Sa’id Mursi, Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, hlm.138)

Hikmah

Abdullah bin Zubair bukan sekadar anak dari sahabat Rasulullah ﷺ, yakni Zubair bin Awwam. Namun, silsilah keluarganya yang membuat kita takjub. Ia memiliki ayah  yang gagah berani dan menjadi salah satu dari sepuluh sahabat yang mendapat jaminan surga. Ibunya, yakni Asma’ binti Abu Bakar adalah perempuan tangguh yang menyokong hijrah Nabi ﷺ. Bibinya adalah Aisyah binti Abu Bakar, Istri Rasulullah ﷺ sekaligus Ummul Mukminin. Adapun kakeknya, Abu Bakar as-Shiddiq adalah sahabat utama Nabi ﷺ. Tidak hanya itu, nenek dari pihak ayahnya ialah Shafiyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah ﷺ.

Dengan nasab mulia itu, Abdullah tumbuh dalam  pendidikan Islam yang hebat dengan nuansa nabawi yang melekat. Tidak heran jika pada usia remaja ia sudah begitu berani sebagaimana yang dikutip dalam kisah di atas. Hikmah apa yang bisa kita petik?

Pertama, mendidik anak dengan menanamkan akidah Islam dan memahamkan agama yang baik adalah kewajiban bagi setiap orang tua. Zubair bin Awwam dan Asma’ binti Abu Bakar telah mencontohkan bahwa pendidikan terbaik akan menghasilkan generasi kuat seperti Abdullah bin Zubair.

Kedua, lingkungan yang baik akan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak. Abdullah lahir dan besar di lingkungan yang menerapkan Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Lihatlah bagaimana ia penuh percaya diri menjawab pertanyaan sederhana dari sang Khalifah manakala anak-anak lain seusianya malah lari dari pandangan Khalifah Umar. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pejuang Islam. Ketika dewasa, Abdullah pun mengikuti jejak ayah, ibu, bibi, dan kakeknya.

Oleh karenanya, penting bagi orang tua memiliki pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh. Tidak ada pendidikan terbaik selain meniru cara Nabi ﷺ dan para sahabat dalam mendidik anak-anak mereka. Tidak ada pendidikan yang melahirkan generasi kuat dan cerdas, kecuali pendidikan berbasis akidah Islam.

Ada satu kutipan menarik untuk kita renungkan, “Jika kamu tidak berasal dari keluarga yang paham agama, keluarga yang paham agama harus dimulai dari kamu.” Nasab kita memang tidak sebaik nasab Abdullah bin Zubair yang lahir dari keturunan mulia. Akan tetapi, dengan meneladan kisah dan karakter pendidikan keluarga Nabi ﷺ dan para sahabat, kita bisa mencetak generasi pejuang dan pelopor peradaban Islam. Tanamkanlah dalam diri kita bahwa para pejuang tangguh serta pendakwah yang berani dan taat akan lahir dari rumah kita. Wallahualam. [MNews/CJ-YG]

Share

One thought on “Parenting Islami, Nuansa Nabawi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *