Muslimah News, LENSA DAERAH — Berbagai persekusi dan opini negatif terhadap para pendakwah yang kerap ditemui para mubaligah di tengah masyarakat disikapi oleh ratusan tokoh dan mubaligah Sumatra Selatan dan Lampung dalam agenda Liqa Muharam Mubaligah (LMM), Ahad (13-7-2025).
Salah satu peserta mubaligah mengungkapkan pengalamannya pernah mengalami persekusi, tetapi tetap bertekad untuk mendakwahkan Islam.
“Saya dipersekusi waktu itu. Dipersekusi tidak boleh dakwah lagi. Saya bilang, ‘Kenapa, Pak. Kok saya dilarang dakwah?’ Ia bilang, sesat,” ungkap mubaligah tersebut yang enggan disebutkan namanya di hadapan peserta LMM.
Meski demikian, ia mengaku tetap berdakwah karena dakwah adalah seruan Allah Swt. untuk para rasul. Di penghujung acara, dirinya juga cukup antusias dan bersemangat menyepakati komitmen bersama para mubaligah untuk memperjuangkan Islam kafah.
“Tidak ada Rasul lagi setelah Rasulullah (Muhammad saw.). Maka, kita-lah yang akan mendakwahkan kepada umat,” tegasnya.
Kondisi tersebut diamini para narasumber. Mereka menyatakan, berbagai persekusi, kriminalisasi, maupun stigmatisasi dengan label radikal, teroris, dan semisalnya kerap dituduhkan kepada pengemban dakwah dan merupakan bagian dari proyek anti-Islam, salah satunya war on terrorism yang digagas Amerika Serikat setelah keruntuhan World Trade Center (WTC) di Kota New York, pada 11 September 2001 silam.
“Islam kafah itu dibenci karena ibarat cermin, membuat kemaksiatan dan keburukan menjadi tampak. Oleh karenanya, peran penting mubaligah ibarat bintang di langit. Bukan hanya sebagai penerang, tetapi juga sebagai petunjuk manusia di muka bumi,” tutupnya.
Hal Serupa
Hal serupa dialami di Lampung. Para mubaligah yang hadir sepakat rintangan itu memang nyata. Beberapa peserta menyampaikan pengalamannya dalam menghadapi pertentangan dari keluarga, masyarakat, bahkan ada yang mengalami intimidasi dari pihak yang menentang, atau dari jamaah lain yang berbeda pemikiran.
Meski demikian para mubaligah menyatakan, tidak merasa takut dan tidak pernah surut dalam memperjuangkan penerapan Islam kafah. Mereka meyakini bahwa hanya dengan penerapan Islam kafahlah kehidupan manusia akan penuh berkah.
Pada kesempatan ini juga, para mubaligah menyatakan sikap akan berkomitmen untuk memperjuangkan tegaknya Islam kafah dengan keyakinan bahwa Islam adalah satu-satunya sistem kehidupan yang sempurna dan penuh berkah. Untuk itu, perlu bersungguh-sungguh dalam mendakwahkannya kepada jemaah, santri, dan umat. [MNews/Kontributor daerah: Edg/Sumsel-Sil/Bdl]
