Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Sabda Rasulullah saw., “Wahai Abu Dzar, apakah engkau menyangka karena banyak harta orang menjadi kaya?” Saya (Abu Dzar) menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Engkau menyangka karena harta sedikit orang menjadi miskin?” Saya (Abu Dzar) berkata, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya, kekayaan adalah kecukupan dalam hati. Kemiskinan adalah miskin hati.” (HR Hakim dan Ibnu Hibban).
Setiap muslim harus memiliki cara pandang yang benar terhadap kekayaan. Kekayaan bukanlah tujuan hidup atau standar kebahagiaan. Kekayaan hanyalah sarana yang Allah Swt. berikan untuk menunaikan berbagai ketaatan kepada-Nya. Memiliki kekayaan ditujukan untuk membayar zakat, menunaikan haji dan umrah, bersedekah, mencari pahala yang terus mengalir, memberi nafkah keluarga, dan lain-lain. [MNews/RY-YG]
