Muslimah News, TELAAH KITAB — “Barang siapa yang mencintai berjumpa dengan Allah, maka Allah mencintai berjumpa dengannya. Sebaliknya, barang siapa yang membenci berjumpa dengan Allah, Allah pun membenci berjumpa dengannya.” (HR Bukhari).
Orang beriman tidak menantang kematian, tetapi juga tidak membenci kematian. Benci pada kematian tentu berbahaya. Ini karena membenci kematian berarti membenci pertemuan dengan Allah Taala.
Orang beriman memiliki dua selimut. Pertama, khauf (takut/khawatir). Ia takut dan khawatir ketika melihat orang meninggal dunia karena mengingat dirinya pernah melakukan kemaksiatan. Kondisi tersebut makin meningkatkan keimanannya kepada Allah Taala. Ia akan memperbaiki diri karena berharap mendapat ampunan-Nya.
Kedua, radja (berharap/optimis). Ia berharap dapat kembali kepada Allah, Zat yang dirindukannya untuk bertemu. Ia tidak cemas ketika kematian tiba. Sebabnya, ia yakin bahwa kasih sayang Allah lebih besar daripada kasih sayang manusia kepadanya. [MNews/RY-YG]
