Muslimah News, TOKOH BICARA — Para aktivis dan tokoh intelektual menilai, mencintai Nabi ﷺ harus dibuktikan dengan amal perbuatan yang nyata dalam seluruh lini kehidupan.
1. Ai Nurhayati, M.Pd. (Guru di Sukabumi)

Meneladan Sifat Mulia Rasulullah ﷺ
Momentum Maulid Nabi ﷺ mengingatkan kaum muslim terhadap empat sifat mulia Rasulullah yang harus diteladan dan dilaksanakan, baik secara individu maupun sosial.
Pertama, sidik, yaitu bersikap dan berperilaku jujur dan benar sesuai tuntunan agama dan norma sosial.
Kedua, tablig, yaitu melakukan amar makruf nahi mungkar, menyampaikan kebaikan dan melarang keburukan, serta tidak mencampuradukkan antara yang hak dan batil.
Ketiga, amanah, yakni melaksanakan tugas dan aktivitas hidup dengan penuh tanggung jawab karena mengharap rida Allah Taala
Keempat, fatanah, yakni senantiasa belajar sepanjang hayat agar memiliki kecerdasan yang sesuai dengan kondisi zaman atau memiliki kompetensi sesuai amanah yang dijalankan.
Keempat sifat ini harus dipegang teguh dan diamalkan secara terus menerus, terutama bagi para pemegang kebijakan dan pemimpin bangsa ini.
2. Apri Handayani (Aktivis Kepemudaan)

Menapaktilasi Perjuangan Rasulullah ﷺ
Memperingati momentum kelahiran Baginda Rasulullah ﷺ adalah menapaktilasi perjuangan hidup beliau. Tidak satu pun perjuangannya yang sekadar teori. Semua jejak perjuangan beliau untuk mengganti sistem kufur dengan penerapan syariat Islam kafah.
Kini saatnya kita mencampakkan hukum buatan manusia (demokrasi) yang bersumber dari logika dan kepentingan para pembuat hukum. Tidak mengherankan jika hukum yang dihasilkan selalu berpihak pada kepentingan mereka. Hukum akan diterapkan dengan kuat jika menguntungkan mereka. Namun, jika hukum bertentangan dengan kepentingan mereka, akan diubah atau dibuat hukum baru. Kondisi masyarakat saat ini sedang dibawa menuju kehancuran.
Oleh karenanya, penting bagi kaum muslim untuk menggelorakan semangat dan kembali pada kemuliaan Islam, tentu dengan kembali pada syariat-Nya dan mencampakkan demokrasi yang terbukti membawa kehancuran bagi umat. Semoga semangat Maulid Nabi ﷺ kali ini menjadi pembangkit girah kaum muslim untuk terus berjuang mengembalikan kejayaan Islam.
3. Zakiah Darajat (Koordinator FP BEM SI 2021)

Visi Besar
Maulid Nabi ﷺ itu tidak hanya tentang sebuah peringatan kelahiran Rasul yang telah diutus Allah Swt. untuk membawa manusia dari kejahiliahan menuju cahaya Islam. Namun, menjadi pengingat bersama bahwa kita adalah umat dari utusan Allah Swt. yang membawa sebuah visi besar mengembalikan manusia kepada jalan hidup yang benar dan itu hanyalah Islam.
Keterpurukan umat ini tidak akan pernah berakhir jika cara pandang umat ini tidak dikembalikan lagi kepada porosnya, yakni syariat Islam.
Sudah saatnya kita kembali menyadarkan umat ini bahwa pelecehan, kemiskinan, serta segala ketakadilan yang terjadi di negeri ini adalah kejahatan sistemis yang hanya akan mampu ditumpas dengan solusi yang sistemis. Tidak ada solusi paling hakiki selain kembali menegakkan syariat Islam kafah.
4. Rr. Ranty Kusumaningayu, S.Si. (Influencer Dakwah)

Teladan Kepemimpinan
Keteladanan Rasulullah ﷺ tidak terbatas pada ibadah nafilah. Lebih dari itu, kepemimpinan beliau juga wajib diteladan. Beliau memimpin kaum muslim dengan penerapan syariat Islam, kemudian kepemimpinan itu dilanjutkan oleh khulafaurasyidin dan para khalifah. Inilah sejarah terbaik dengan konsep keteladanan kepemimpinan terbaik sepanjang peradaban manusia yang tidak pernah diajarkan dalam sistem pendidikan kita hari ini.
Kepemimpinan mulia itu telah berganti dengan kepemimpinan ala demokrasi yang mengganti aturan Allah dengan aturan manusia yang haus akan kekuasaan. Kepemimpinan demokrasi yang diajarkan oleh pendidikan sekuler kapitalisme. Akibatnya, makin jauhlah pemuda muslim hari ini dari Islam.
Momentum maulid Nabi Muhammad ﷺ harus menjadi renungan bagi kita semua, sudahkah kita meneladan kepemimpinan beliau? Kini saatnya kita kembali kepada kepemimpinan Islam yang hak dan meninggalkan kepemimpinan demokrasi yang batil!
5. Latifah Rochmawati, S.Pd. (Pendidik)

Nikmat Paling Besar
Kelahiran Rasulullah ﷺ adalah tanda kasih sayang Allah Swt. untuk kita, umat manusia, yaitu dengan diutusnya Rasul di tengah manusia. Inilah nikmat paling besar yang Allah Swt. karuniakan kepada manusia karena diutusnya seorang Rasul adalah sebagai penerang bagi orang-orang yang salah jalan, menjadi penunjuk bagi orang-orang yang tersesat.
Untuk itu, memperingati hari kelahiran Nabi ﷺ bukanlah merayakan ulang tahun beliau, melainkan agar kita menjadikan beliau sebagai satu-satunya role model dalam menapaki ragam sisi kehidupan. Sungguh dalam diri Rasulullah ﷺ terdapat suri teladan dalam berkeluarga, memimpin masyarakat dan negara, juga seluruh aspek kehidupan lainnya.
Salah satu keteladanan Rasulullah ﷺ yang wajib ditiru adalah kepemimpinan beliau atas umat manusia. Rasulullah ﷺ bukan sekadar pemimpin spiritual tanpa kekuasaan seperti Paus di Vatikan. Rasulullah ﷺ dan para khalifah setelahnya mempraktikkan model kepemimpinan Islam dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari urusan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga negara.
Begitu pula dari aspek ibadah, akhlak, muamalah (poleksosbud), hukum dan sistem sanksi, hingga pertahanan dan keamanan negara. Termasuk di dalamnya mereka menunjukkan cara mengurus warga negara Daulah Islam yang nonmuslim hingga mereka merasakan kebaikannya. Juga menunjukkan cara bersikap dan berinteraksi dengan negara dan pemimpin kafir hingga mereka segan dan takut untuk membangkitkan kemarahannya.
6. Dewi Sakura, S.Pd. (Praktisi Pendidikan)

Model Panutan
Saat ini kita berada pada Rabiulawal, bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Maulid Nabi ﷺ adalah momentum penting bagi kita untuk mengingat kembali panutan hidup kita. Menjadikan beliau sebagai satu-satunya sosok pegangan, model perilaku, dan suri teladan (uswah) dalam semua aspek kehidupan. Sungguh dalam diri Rasulullah ﷺ terdapat suri teladan dalam berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara.
Nabi ﷺ adalah orang yang paling keras mujâhadah-nya dalam beribadah. Padahal, beliau adalah sosok yang maksum (terbebas dari dosa) dan dijamin pasti masuk surga. Mujâhadah beliau dalam beribadah itu agar beliau menjadi hamba yang bersyukur.
Beliau adalah pribadi yang paling mulia akhlaknya. Aisyah ra. menyebut akhlak Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur’an. Aisyah ra. berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Tidak pernah berlaku keji. Tidak mengucapkan kata-kata kotor. Tidak berbuat gaduh di pasar. Tidak pernah membalas dengan kejelekan serupa. Akan tetapi, beliau pemaaf dan pengampun.” (HR Ahmad).
Beliau pun paling baik terhadap wanita. Beliau juga teladan terbaik dalam bertetangga, bergaul, berteman, berkawan, dan bermuamalah. Dalam semua itu, kita diperintahkan untuk menjadikan beliau sebagai teladan dan model panutan. [MNews/AR]
#TokohBicara #MaulidNabi #MeneladanKepemimpinanRasulullah
Foto Sampul: Istimewa
