Muslimah News, NAFSIYAH — Jika kita bertanya kepada setiap orang, “Apakah mau masuk surga?” Tentu mereka akan menjawab, “Mau.” Namun, ada orang yang enggan masuk surga. Siapakah mereka? Dari Abu Hurairah ra., bahwa Nabi saw. bersabda, “Setiap umatku masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, ‘Siapakah orang yang enggan tersebut, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Barang siapa yang menaatiku akan masuk surga. Barang siapa yang tidak taat kepadaku, sungguh ia orang yang enggan masuk surga.’” (HR Bukhari).
Hadis di atas menjadi petunjuk bagi setiap muslim. Barang siapa yang tidak mengikuti petunjuk dari Allah Swt. dan Rasul-Nya, berarti ia enggan masuk surga. Mereka yang tidak mau menaati syariat berarti tidak berharap surga. Orang tersebut telah mencegah dirinya untuk masuk ke dalam surga dengan amal keburukan yang dilakukannya.
Setiap muslim wajib menaati syariat Allah dan mengikuti Nabi ﷺ. Firman Allah Swt., “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah menyayangimu dan mengampuni dosa-dosamu.’” (QS Ali Imran: 31).
Barang siapa yang menolak untuk menaati Nabi saw., berarti ia telah enggan untuk masuk surga. Setiap muslim, bahkan seluruh penduduk bumi, laki-laki dan perempuan, jin maupun manusia, seluruhnya wajib menaati syariat yang dibawa Nabi ﷺ. Allah Swt. berfirman, “Barang siapa yang menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS An Nisa: 80).
Karakter Perindu Surga
Allah Swt. berfirman, “Sebab itu maka wanita yang salihah, ialah yang taat kepada Allah, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Hal itu karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS An Nisa: 34).
Ayat di atas menggambarkan bahwa wanita perindu surga itu memiliki dua karakter utama. Pertama, karakter yang berkaitan dengan Rabb-nya. Firman-Nya, “Yang taat kepada Allah.” Wanita yang “qaanit” ialah wanita yang konsisten dan istikamah dalam ketaatan kepada Allah, menjaga ibadahnya, menjaga kewajiban-kewajiban yang harus ia tunaikan, dan tidak melalaikan perkara syariat yang menjadi kewajibannya, termasuk kewajiban berdakwah.
Kedua, karakter yang berkaitan dengan suami. Ia senantiasa berusaha menjaga hak-hak suami dan melaksanakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang istri. Ini dilakukannya, baik ketika suaminya tidak ada di rumah atau ketika ia sedang bersama suaminya.
Kedua karakter di atas didapatkan oleh wanita perindu surga semata-mata karena hidayah dan taufik dari Allah Taala. Wanita salihah ialah wanita yang memenuhi hak-hak suami, juga memenuhi hak-hak Allah Taala. Kedua hak-hak tersebut dipenuhi dengan sebaik-baiknya karena mengharap keridaan-Nya. Wallahu musta’an. [MNews/Rndy-YG]
