[Nafsiyah] Berbuat Baik Jangan Hanya Saat Ramadan

[Nafsiyah] Berbuat Baik Jangan Hanya Saat Ramadan

Muslimah News, NAFSIYAH — Ramadan telah berakhir. Semoga kita meraih kemenangan setelah sebulan berjuang. Bukan hanya berjuang menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga untuk terus taat pada-Nya. Semoga juga berbagai kebaikan berbekas dalam diri kita. Jangan sampai pudar setelah Ramadan usai.

Imam Bisyr bin al-Harits al-Hafi rahimahullah pernah ditanya tentang orang-orang yang rajin dan sungguh-sungguh beribadah saat Ramadan saja. Kemudian beliau menjawab, “Mereka adalah kaum yang sangat buruk. Mereka tidak mengenal hak Allah, kecuali hanya saat Ramadan. Sesungguhnya hamba yang saleh adalah orang yang rajin dan sungguh-sungguh beribadah sepanjang tahun.” (Lathaiful Ma’arif).

Setelah Ramadan, kebiasaan melakukan berbagai amal kebaikan harus tetap dilanjutkan. Berakhirnya Ramadan bukan berarti berhenti pula melakukan berbagai kebaikan.

Terus Beramal Saleh

Saat Ramadan, kaum muslim sangat semangat menjaga salat wajib, bahkan merutinkan salat sunah. Mereka terlihat semangat memakmurkan masjid dengan salat wajib, tarawih, dan membaca Al-Qur’an bersama-sama. Namun saat Ramadan berlalu, masjid kembali sepi dari berbagai amal ibadah.

Salat lima waktu pun kadang sulit ditunaikan dengan sempurna akibat berbagai kesibukan duniawi. Rasulullah saw. menyampaikan keutamaan orang yang menjaga salat lima waktu, “Allah ‘azza wajalla berfirman, ‘Aku wajibkan bagi umatmu salat lima waktu. Aku berjanji pada diri-Ku bahwa barang siapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Ada pun orang yang tidak menjaganya, aku tidak memiliki janji padanya.’” (HR Ibnu Majah).

Kemudian, melanjutkan puasa sunah di luar Ramadan memiliki keutamaan. Sabda Rasulullah saw., “Barang siapa berpuasa Ramadan, lalu dilanjutkan dengan puasa enam hari pada Syawal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).

Seorang muslim juga hendaknya meneruskan kebiasaan bersedekah. Jangan bersedekah hanya saat Ramadan. Firman Allah Swt., “Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya), baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka. Bagi mereka pahala yang banyak.” (QS Al-Hadid: 18).

Rasulullah saw. bersabda, “Sedekah dapat menghapus dosa, sebagaimana air dapat memadamkan api.” (HR Tirmidzi).

Semangat menuntut ilmu juga tidak boleh pudar. Apalagi menuntut ilmu (agama) adalah kewajiban setiap muslim. Rasulullah saw. bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim.” (HR Ibnu Majah).

Selain itu, setiap muslim juga harus berupaya maksimal meninggalkan maksiat. Maksiat bukan hanya dilarang saat Ramadan, tetapi juga setiap waktu. Dengan tegas, kita diperintahkan menjauhinya.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan justru mengamalkannya, Allah tidak butuh rasa lapar dan haus yang ia tahan.” (HR Bukhari).

Jika pada Ramadan kita termotivasi taat dan lebih mudah menjauhi maksiat, seusai Ramadan, semangat menjauhi maksiat harus tetap ada. Waspadalah! Sesungguhnya, kemaksiatan bisa mematikan hati, serta menjadi sumber bencana di dunia dan akhirat.

Terakhir, teruslah beramal sampai datangnya ajal. Salah satu amal saleh ialah dakwah. Tetaplah istikamah memperjuangkan Islam hingga aturan-aturan-Nya diterapkan secara kafah di muka bumi. Hingga kini, kita masih menyaksikan banyak penderitaan umat Islam tanpa naungan Khilafah.

Musuh-musuh Islam senantiasa mengoyak-ngoyak umat Islam dengan persenjataan mereka. Bahkan, mereka tidak menghiraukan ketika umat Islam sedang beribadah dan merayakan hari besarnya. Gempuran senjata dan tank-tank mereka menggilas tubuh umat Islam dengan keji.

Oleh karena itu, jangan sedikit pun berpikir untuk menghentikan amal dakwah. Ramadan menjadi “charger” yang mengisi penuh ketaatan dan kesungguhan kita dalam berjuang di jalan-Nya. Firman Allah Taala, “Beribadahlah kepada Rabb-mu sampai datang kepadamu al-yaqin (ajal).” (QS Al Hijr: 99).

Kita harus terus berjuang hingga Allah memanggil pulang. Kita berupaya memenuhi seruan-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Janganlah kalian meninggal melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran: 102). Wallahualam bissawab. [MNews/Rindy-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *