[Nafsiyah] Sahabat Salihah

[Nafsiyah] Sahabat Salihah

Muslimah News, NAFSIYAH — Pada era kebebasan berakidah yang dipayungi oleh sistem sekularisme, memiliki sahabat, teman, saudara seakidah, dan lingkungan yang baik sangat dibutuhkan. Kita membutuhkan saudara dan sahabat yang dapat menguatkan, serta mengingatkan kita ketika sedang lemah iman dan terjatuh dalam kemaksiatan.

Nabi saw. bersabda, “Akan datang kepada manusia suatu masa yang ketika itu orang yang sabar di atas agamanya seperti menggenggam bara api.” (HR Tirmidzi).

Ada suatu kisah dari kebiasaan sahabat Nabi saw., yakni Abdullah bin Rawahah ra. yang menuai pujian dari Nabi ﷺ. Anas bin Malik ra. mengisahkan, “Dahulu kala, jika Abdullah bin Rawahah ra. bertemu dengan salah satu sahabat Nabi saw., ia akan mengatakan, ‘Mari sejenak kita duduk untuk beriman dan mengingat Allah Taala. Hingga suatu hari, ia mengajak seseorang, lalu orang tersebut marah dan tersinggung. Kemudian, ia mengadu kepada Nabi ﷺ. Ia berkata, “Wahai Nabi, lihatlah Abdullah bin Rawahah. Ia berpaling dari beriman kepadamu dan lebih memilih untuk duduk beriman sesaat.”

Lihatlah cara Nabi saw. menanggapi keluhan tersebut. Alih-alih memarahi Abdullah bin Rawahah ra., Nabi saw. justru memujinya. Beliau bersabda, “Semoga Allah merahmati Abdullah bin Rawahah. Sungguh, ia mencintai majelis-majelis yang para malaikat berbangga dengan majelis tersebut.” (HR Ahmad).

Saudariku, sesungguhnya hati kita mudah sekali berubah. Ia sangat membutuhkan nasihat dan peringatan dari saudari mukmin lainnya. Abdullah bin Rawahah merupakan teladan yang baik terkait persahabatan. Beliau senantiasa mengajak sahabat-sahabat lainnya untuk mengingat Allah Swt. dan memberikan mereka nasihat.

Memberikan Nasihat

Salah satu hak saudari seakidah yang harus kita penuhi ialah memberikan nasihat. Firman Allah Swt., “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, serta nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-Ashr: 1—3).

Kaum mukmin yang Allah sebutkan di dalam ayat ini memiliki sifat saling menasihati dalam hal kebaikan dan kesabaran dengan sesama saudara seakidah. Ketahuilah, seorang muslim sangat lemah jika ia hanya sendirian. Sebaliknya, ia akan menjadi kuat ketika bersama para sahabat seakidah. Sahabat salihah akan menguatkan dan memberikan motivasi kala futur dan malas melanda.

Nabi Musa as. pun meminta kepada Allah Swt. agar diberikan teman saat menghadapi Firaun. Beliau meminta Nabi Harun as. untuk membantunya, mengingatkannya, dan menguatkannya. Nabi Musa as. berkata, “Jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku. Teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) ia. Jadikanlah ia sekutu dalam urusanku supaya kami banyak bertasbih kepada engkau dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.” (QS Thaha: 29—35).

Sahabat Salihah

Salah satu tolok ukur keberhasilan dan keselamatan seseorang di dunia dan akhirat adalah ia dapat memilih teman. Nabi saw. bersabda, “Janganlah kalian berkawan, kecuali dengan seorang mukmin. Jangan sampai ada yang memakan makananmu, kecuali orang yang bertakwa.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Ulama mengatakan, “Jangan jadikan orang-orang yang senang bermaksiat sebagai sahabat. Akan tetapi, ambillah orang-orang baik yang mempunyai sifat-sifat terpuji. Yaitu, mereka yang menjaga salat, serta menjaga lidah dan anggota tubuhnya dari apa yang diharamkan Allah Taala. Janganlah engkau mengundang, kecuali orang-orang baik untuk memakan hidanganmu. Janganlah kamu mengundang ahli maksiat dan orang-orang kafir. Para ulama berkata, ‘Padahal ini yang kita pilih dan kita jadikan kebiasaan.’” (Fatwa Nur Ala Ad-Darbi).

Nabi saw. bersabda, “Seseorang itu bersama orang yang dicintainya.” (HR Bukhari dan Muslim). Jika seorang muslim bersahabat dengan orang-orang yang saleh dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, insyaallah kelak akan dikumpulkan bersama mereka di surga.

Semoga Allah swt. senantiasa menjaga persahabatan yang dilandasi ketakwaan dan keimanan. Persahabatan yang akan mengantarkan seseorang ke surga Allah Taala. Persahabatan seperti ini hanya bisa ditemukan jika berada dalam lingkaran yang sama, lingkaran ketaatan pada-Nya. Ya Allah, berikan kami sahabat salihah dan jauhkanlah dari teman-teman yang buruk. Amin. Wallahu muwafiq. [Mnews/Rindy-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *