[Nafsiyah] Jangan Bersedih, Wanita yang Haid Saat Ramadan

[Nafsiyah] Jangan Bersedih, Wanita yang Haid Saat Ramadan

Muslimah News, NAFSIYAH — Kala haid datang pada wanita saat Ramadan, ikhlaslah menerima apa yang telah Allah tetapkan padanya. Ini karena, seorang wanita haid meninggalkan salat dan puasa sebab perintah Allah. Meninggalkan sebagian ibadah ini merupakan bentuk ibadah dan ia tetap mendapatkan pahala. Masyaallah.

Sabda Nabi saw., “Bukankah apabila si wanita haid, ia tidak salat dan tidak pula puasa?” jawab beliau. (HR Bukhari dan Muslim).

Jangan bersedih hati karena ada banyak amalan yang bisa dilakukan oleh wanita yang haid saat Ramadan. Pertama, mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an atau hadis. Hal ini bisa mendatangkan pahala dan menguatkan hafalan. Kedua, berzikir dan berdoa memohon ampunan dari Allah Taala.

Nabi saw. menganjurkan untuk memperbanyak beristigfar, berzikir, dan berdoa meminta ampunan dari Allah Taala. Lafaz zikir yang bisa dilakukan seperti yang disampaikan Nabi saw. dalam hadis.

Dari Abu Hurairah ra., ia mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Ar-Rahman, yakni Subhanallah, Wabihamdihi, dan Subhaanallahul ‘azhim.” (HR Bukhari).

Seorang wanita yang haid dapat memperbanyak doa, baik doa ma’tsur (diriwayatkan), atau doa mashnu (dibuat sendiri).

Ketiga, bersedekah. Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda, “Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah istigfar. Ini karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka.” (HR Muslim).

Keempat, memberikan makanan atau memasakkan makanan bagi orang yang berpuasa. Setiap muslimah yang menjamu orang lain untuk berbuka puasa, akan mendapatkan balasan sebagaimana yang didapatkan oleh orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikit pun.

Zaid bin Khalid Al-Juhani berkata, Nabi saw. bersabda, “Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, ia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR At-Tirmidzi).

Kelima, meringankan pekerjaan orang yang berpuasa. Nabi saw. bersabda, “Barang siapa yang dapat menunjukkan suatu kebaikan, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR Muslim).

Keenam, menuntut ilmu untuk meraih ketaatan yang lebih tinggi kepada Allah Taala. Caranya dengan mendatangi majelis-majelis ilmu, membaca, menelaah, dan memahami sendiri buku-buku yang dipelajari di rumah.

Ketujuh, melakukan amar makruf nahi mungkar (dakwah). Meski dalam kondisi haid, tidak ada yang menghalangi seorang wanita tetap gencar melakukan aktivitas dakwah. Apalagi perkara ini merupakan perintah dari Allah Swt. sepanjang hidup kita.

Setiap seruan kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain adalah dalam rangka dakwah. Semua hal itu bernilai pahala dan Allah melipatgandakan pahalanya saat Ramadan. Masyaallah.

Kedelapan, melaksanakan berbagai ketaatan, sekaligus meminimalkan kemaksiatan. Nabi saw. pernah menghibur Ibunda Aisyah ra. yang sedang sedih karena mengalami haid, sedangkan belum sempat menjalankan manasik haji.

Dari Aisyah ra. bahwa Nabi saw. pernah menemuinya ketika berada di Sarif sebelum masuk ke Makkah. Beliau menemuinya sedang menangis karena haid. Kemudian beliau bertanya, “Kenapa, apakah kamu sedang haid?” Aisyah menjawab, “Ya.” Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya hal ini telah ditetapkan Allah atas wanita-wanita anak Adam. Lakukanlah apa yang biasa dikerjakan dalam berhaji, tetapi kamu jangan thawaf di Ka’bah.” (HR Bukhari).

Kesembilan, memperbanyak selawat. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

Nabi saw. bersabda, “Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak berselawat kepadaku.” (HR Tirmidzi dan An-Nasa’i). Semoga Allah menerima segala amal kita selama Ramadan, meskipun tidak bisa salat dan berpuasa karena haid. Ingatlah, ikhlas menerima kehendak Allah Swt. karena haid saat Ramadan tetap bisa mendapatkan pahala dari-Nya. Jangan bersedih, perbanyaklah amal kebaikan. Wallahualam bissawab. [Mnews/Rndy-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *