[Nafsiyah] Mengembalikan Kejayaan Umat Islam

[Nafsiyah] Mengembalikan Kejayaan Umat Islam

Penulis: Ustaz M. Taufik N.T.

Muslimah News, NAFSIYAH — Pergantian kejayaan suatu kaum adalah sunatullâh yang tidak akan berubah, begitu juga sebab-sebabnya. Allah Swt. telah menjadikan sebab-sebab agar umat berjaya, begitu juga sebab-sebab yang menjadikan umat tersebut akan mundur, bahkan hancur.

Allah Swt berfirman, “Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir), dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS Ali ‘Imran: 140).

Berkaitan dengan pergiliran masa kejayaan dalam ayat di atas, Al Hafiz Ibnu Katsir (w 774 H) menyatakan, “Yaitu Kami pergilirkan kemenangan itu bagi musuh kalian atas diri kalian dalam sesekali waktu, sekalipun akhirnya kalian memperoleh akibat yang baik. Kami lakukan yang demikian itu karena kebijaksanaan Kami yang mengandung hikmah (bagi kalian).

Kemungkaran, kemaksiatan, pengingkaran, dan penyimpangan pelaksanaan hukum-hukum Allah Swt. merupakan sebab kemunduran dan kehancuran umat manusia. Sejarah telah membuktikan bahwa Bani Israel yang telah berjaya dan berkuasa selama 250 tahun sejak 975 SM, karena menyimpang dari aturan Allah, akhirnya berhasil diruntuhkan oleh raja `Asyur, bernama Syanharib. Ketika sudah hancur, mereka tidak bertobat sehingga Allah mengerahkan tentara Babilonia di bawah pimpinan Bukhtanassar (Nebukadnezar) yang menawan dan menjadikan mereka sebagai budak. Begitu juga negeri Saba yang berkembang kira-kira pada 1000 SM. Negeri yang sangat makmur, tetapi karena kekufuran yang menyebar, Allah menghancurkan mereka.

Allah Swt. berfirman,

فَاَعۡرَضُوۡا فَاَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سَيۡلَ الۡعَرِمِ وَبَدَّلۡنٰهُمۡ بِجَنَّتَيۡهِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَىۡ اُكُلٍ خَمۡطٍ وَّاَثۡلٍ وَّشَىۡءٍ مِّنۡ سِدۡرٍ قَلِيۡلٍ

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, yakni pohon Asl dan sedikit pohon Sidr.” (QS Saba: 16).

Dalam konteks keadaan kaum Saba ini, Allah Swt. berfirman,

ذٰ لِكَ جَزَيۡنٰهُمۡ بِمَا كَفَرُوۡا ؕ وَهَلۡ نُـجٰزِىۡۤ اِلَّا الۡـكَفُوۡرَ

“Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS Saba: 17).

Tidak ada cara untuk berjaya kembali, kecuali dengan tobat yang sebenarnya. Tobat yang diiringi dengan sesegera mungkin menjalankan ketaatan sepenuhnya kepada Allah Taala. Sejarah membuktikan bahwa tatkala Bani Isreal bertobat, Allah memberikan giliran kejayaan bagi mereka untuk berkuasa kembali pada 536 SM. Allah Swt. berfirman,

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا …

“Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, kejahatan itu bagi dirimu sendiri.” (QS Al Isra’: 7).

Kemudian, Allah mengancam, kalau mereka kembali durhaka, Allah juga akan kembali menghinakan mereka. Ini dinyatakan dalam firman-Nya,

عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا

“Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Kami jadikan neraka Jahanam, penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS Al Isra: 8).

Indonesia, negeri yang kaya raya alamnya setelah 78 tahun merdeka ternyata masih banyak rakyatnya yang hidup dalam kemiskinan, banyak anak Indonesia kurang gizi, sementara kekayaan alamnya terus-menerus diserahkan kepada asing dengan mengatasnamakan investasi. Narkoba, pornografi, aborsi, dan kerusakan akhlak menjamur di negeri ini.

Oleh karena itu, adalah sebuah kebodohan ketika kita tetap berkutat dengan konsep kapitalisme yang terbukti menyengsarakan ini. Tidak ada jalan untuk mengembalikan kejayaan umat saat ini, kecuali dengan sungguh-sungguh bertobat, mencampakkan berbagai kemaksiatan, lalu segera menerapkan syariat-Nya secara totalitas dalam seluruh aspek kehidupan. Jika tidak, bencana demi bencana akan senantiasa melanda negeri ini. Baik bencana alam, maupun bencana yang lebih besar, yakni meluasnya kemungkaran dan kemaksiatan. Rasulullah saw. bersabda, “…dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan memilih-milih apa yang diturunkan Allah (yang suka dilaksanakan, yang tidak suka ditinggalkan), kecuali Allah akan menjadikan bencana di antara mereka.” (HR Ibnu Majah no. 4009 dengan sanad Hasan).

Semoga Allah menjadikan umat ini kembali meraih kejayaannya di dunia dan di akhirat kelak, yakni menjadi umat yang memberikan loyalitasnya hanya kepada Allah Taala. Semoga pula Allah Swt. menjadikan kita bagian dari umat tersebut. Wallahualam. [MNews/YG]

Sumber: mtaufiknt[dot]wordpress[dot]com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *