Penulis: Doni Riwayanto
Muslimah News, NAFSIYAH — Orang beriman itu, ketika dikabarkan kepadanya tentang tingkatan surga dari yang terendah hingga tertinggi, ia akan menginginkan yang tertinggi.
Dampak dari pola pikir seperti ini adalah mendorong semangatnya untuk melakukan amalan maksimal yang mungkin mengantarkan dirinya ke tujuan itu.
Orang yang lemah iman mengatakan, “Sudahlah, surga tertinggi itu hanya untuk para Nabi. Bisa masuk ke surga terendah saja, kita sudah beruntung.”
Oleh karenanya, lantas ia beramal dengan amalan seadanya, padahal faktanya, ia bisa melakukan lebih dari itu.
Begitu pula dengan pencapaian dunia karena akhirat adalah hasil dari amal kita di dunia. Oleh karenanya, orang beriman juga menetapkan cita-cita tertinggi untuk dunianya.
Orang beriman itu tipe pendaki alias climber. Jika puncak pencapaian itu diibaratkan puncak gunung, ia akan berusaha melangkahkan kaki satu per satu hingga sampai di puncak. Climber akan memutar otak untuk menyingkirkan halangan di sepanjang jalur menuju puncak.
Namun, ada orang bertipe mager. Keindahan puncak baginya utopis. Masalahnya, ia tidak diam saja. Ia akan memengaruhimu untuk menemaninya meringkuk di sudut zona nyaman.
Ada pula tipe camper. Tipe camper ikut mendaki gunung, tetapi ketika di tengah jalan, ia bertemu halangan besar yang seolah tidak bisa ditaklukkan. Ia memilih untuk berhenti, mendirikan tenda di sana, dan merasa cukup dengan pencapaian itu.
Sama seperti tipe mager, ia juga akan memengaruhimu untuk menemani dirinya berhenti di camp tersebut. Ia berkata, “Sudahlah, tidak usah berlebihan. Di sini saja sudah cukup indah.”
Dari semua itu, di mana posisimu? Tipe climber? Tipe camper? Tipe yang terpengaruh camper? Tipe mager? Atau tipe yang terpengaruh mager?
Kalau kamu tipe climber, jangan diam saja. Pengaruhi orang lain agar mengikuti dirimu menuju puncak. [MNews/YG]
Sumber: Telegram @doniriw_channel

Masyaa Allah smg bisa Allah mudahkan