Muslimah News, LENSA DAERAH — Nonton bareng Risalah Akhir Tahun (RATU) 2022 “Peduli Generasi Pemimpin Umat” mendapat sambutan luas di tengah masyarakat. Tidak terkecuali bagi para penyintas gempa Cianjur. Menurut sumber di lokasi, mereka tetap bersemangat menuju salah satu posko tempat dilaksanakannya acara, meskipun kondisi pascabencana masih dirasakan.
Di dalam tenda dengan fasilitas seadanya, hadir 130 muslimah yang menyimak pemaparan para narasumber. Ajang ini pun menjadi muhasabah bersama dengan harapan adanya perubahan menuju perbaikan generasi dan menyebarnya keberkahan Islam.
Kepedulian
Masih di Cianjur, ratusan remaja juga berkumpul membahas persoalan generasi, khususnya generasi muda Islam sebagai bentuk kepedulian mereka merasakan fenomena kerusakan yang ada. Antusiasme tampak atas ulasan pemateri RATU, termasuk penjelasan dari host di lokasi acara.
“Mereka merasakan betul yang disampaikan oleh pemateri bahwa sekolah sulit menciptakan generasi pemimpin umat karena lingkungan yang jauh dari Islam,” ungkap panitia setempat.
Ditunggu-tunggu
Agenda ini pun ternyata menjadi acara yang ditunggu-tunggu. Di lokasi lainnya di Cianjur, peserta menyambutnya dengan bersemangat, bahkan ada yang berasal dari lokasi yang jauh.
Menurut sumber di tempat acara, sebagian mereka hadir lebih awal sebelum waktu acara dimulai dan disambut hangat panitia yang telah menyiapkan acara. “Suasana makin syahdu dengan diiringi lantunan selawat Asyghil,” ujarnya.
Panitia menyampaikan, agenda ini menjadi bagian upaya untuk menyadarkan umat terhadap ancaman generasi, sekaligus penutup akhir tahun. Pada RATU ini dibeberkan banyak fakta kerusakan generasi, termasuk penyebabnya, yaitu penerapan aturan buatan manusia berupa sekularisme, liberalisme, dan kapitalisme. Bahkan, terdapat regulasi yang justru akan berpengaruh menjauhkan generasi muda dari Islam.
Para peserta pun mendapat gambaran bahwa untuk bisa memperbaiki generasi hanyalah dengan menerapkan aturan Allah secara sempurna. Oleh sebab itu, Islam kafah perlu terus diperjuangkan dengan beramar makruf nahi munkar sehingga hukum-hukum Allah dapat bersinar kembali.
Di akhir acara, jelas panitia, para peserta berkomitmen untuk turut berjuang menegakkan syariat Islam kafah dengan terus mengkaji dan mendakwahkan Islam demi menjaga masa depan generasi pemimpin umat. [MNews/Ruh]
