Muslimah News, NASIONAL — Sekitar 80 ribu muslimah se-Indonesia mengikuti nonton bareng (nobar) agenda Risalah Akhir Tahun (RATU) 2022 pada Sabtu (31-12-2022). Agenda ini mengambil tema “Peduli Generasi Pemimpin Umat”.
Beberapa pembicara menyampaikan tentang masalah rusaknya generasi, penyebabnya hingga bagaimana cara menyelamatkan mereka. Sebagaimana diungkapkan oleh Dwi Hendriyanti sebagai guru yang merasakan secara langsung bagaimana kondisi anak didiknya, betapa banyaknya beban guru pada tugas administrasi hingga penerapan kurikulum yang tidak jelas karena berlandaskan pada sekularisme.
Hal senada dirasakan para pendidik di perguruan tinggi (PT) Prof. Dr. Mas Roro Lilik Ekowanti, M.S. menegaskan bahwa di PT mahasiswa dicetak sebagai buruh. Padahal fungsi mahasiswa (pemuda) lebih dari itu. Ia menegaskan, “Jangan bangga dengan gaji yang besar yang sifatnya individual. Karena dihadapan Allah yang akan ditanya adalah apakah berjuang untuk menegakkan agama Allah. Pemuda perlu mempersembahkan ilmu untuk agama Islam.”
Selain itu, pesantren yang notabene menjadi pusat pendidikan agama dan mencetak para ulama, kini justru banyak menjadi agen moderasi, ungkap Hj. Tingting. Menurutnya, pesantren jangan hanya mengajarkan teori, tetapi perlu mendidik santri agar bisa jadi abdi Allah yang taat pada agamanya.
Aktivis mahasiswa pun merasakan hal yang sama, Ketua Kornas Kohati Periode 2018—2020 Apri Hardiyanti S.H. juga merasakan betapa beratnya mahasiswa saat ini. Menurutnya, mereka dibebani dengan tugas kuliah, menjadi mahasiswa berwirausaha, dan menjadi duta-duta moderasi.
“Bahkan, semua itu dilegalisasi. Sedangkan, para aktivis yang kritis, justru dipersekusi,” tambahnya.
Dari pantauan MNews beredar pula tagar #GenerasiMudaPimpinPerubahan dan #SelamatkanGenerasidenganIslam di berbagai platform media sosial sebagai pesan agar berbagai pihak memiliki kepedulian terhadap generasi, bahkan tagar ini memuncaki trending topic twitter. [MNews/Hen]

Suhanallah…walhamdulillah…AllahuAkbar….segera kembali kepada Islam