[Dunia Remaja] Say No to Generasi Mellow, Generasi Loyo

[Dunia Remaja] Say No to Generasi Mellow, Generasi Loyo

Penulis: Naila Zayyan

Muslimah News, DUNIA REMAJA — Sobat muslimah, kamu pasti tahu berita viral si Sad Boy yang viral karena patah hati ditolak calon pacar. Bagi Sobat yang belum tahu siapa itu Sad Boy, nama aslinya Fajar Labatjo. Asalnya dari Desa Bubea, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Ia lahir 31 Mei 2007, jadi sekarang usianya menginjak 15 tahun. Ia adalah anak ketiga dari 4 bersaudara dari pasangan Rahmiyati Humola dan Erol Labatjo.

Fajar menjadi viral lantaran terus menangis jika ia mengingat kisah cinta monyetnya, Sob. Fakta yang sangat disayangkan lagi dari Fajar adalah saat ia putus sekolah karena cinta. Itu terjadi saat ia duduk di bangku kelas 5 SD. Ia bolos sekolah agar bisa bertemu pacarnya karena beda sekolah, Sob. Hal itu akhirnya membuatnya dikeluarkan dari sekolah.

Ia juga mengaku pernah mau bunuh diri dengan lompat dari jembatan gara-gara putus cinta. Waduh, waduh… segitunya ya bucin! Namun, manajer Fajar, Amed Gorapu mengatakan bahwa Fajar adalah anak yang taat agama dan hafiz Al-Qur’an. Ia pun disebut-sebut sebagai Duta Galau Indonesia. Wadidaw, makin mellow saja generasi muda kita ini ya.

Cinta itu Fitrah, tetapi Jangan Membuat Lemah

Rasa tertarik terhadap lawan jenis dengan munculnya kecenderungan (muyul) dan rasa suka itu salah satu wujud naluri berkasih sayang (gharizah nau’) yang Allah Swt. anugerahkan kepada manusia. Hanya saja, penyalurannya harus dengan cara yang benar, Sob, agar enggak jadi masalah seperti yang dialami Fajar Labatjo, teman kita yang viral ini.

Sebenarnya, rangsangan naluri kasih sayang itu datangnya dari luar tubuh manusia, yaitu dari lingkungan sekitar. Jadi, manusia bisa menuruti rangsangan dari luar tersebut atau tidak. Trus gimana sih caranya biar enggak bucin? Sebenarnya sih kita bisa mengendalikan perasaan suka terhadap lawan jenis agar muncul sewajarnya saja dan enggak menggebu-gebu. Caranya ya dengan menjaga atau membatasi interaksi langsung dengan lawan jenis kita.

Naluri suka kepada lawan jenis itu fitrah. Namun, yang namanya naluri itu jika enggak terpenuhi, enggak akan membuat kita mati, kok. Mungkin rasanya saja yang enggak nyaman, bisa jadi gelisah, dan sejenisnya. Namun, hal itu kudu kita sikapi secepatnya dengan mengalihkan pikiran dan perhatian kita dari sosok “si dia”. Jangan sampai rasa suka pada lawan jenis membuat kita jadi lemah dan loyo.

Masalahnya, lingkungan saat ini malah melemahkan generasi muda. Lagu-lagu yang kita dengar syairnya mellow, cinta-cintaan mulu, bikin lemah para pemudanya dan mengajak berandai-andai. Yang pacaranlah, sakit hatilah, putus cintalah, selingkuh, dll.. Duh, gitu-gitu aja isinya, gimana pemudanya bisa semangat bergerak membuat karya dan perubahan kalau yang didengar isinya bikin mewek saja?

Tayangan media dan medsos isinya ya ngajak seneng-seneng aja, happy-happy, nyanyi-nyanyi, bergoyang-goyang mengumbar aurat. Udah enggak peduli aurat kelihatan atau enggak, sopan atau enggak.

Gimana dengan dunia pendidikan? Miris juga sebenarnya. Murid sudah makin miskin adab kepada guru. Pergaulan makin bebas. Yang berbuat maksiat diviralkan, yang ngajak pada syariat kafah malah dianggap radikal, bahkan sesat. Udah kebolak-balik antara yang benar dan yang salah, Sob.

Semua ini karena kita enggak menerapkan aturan Allah Swt. dalam semua aspek kehidupan. Sistem sekuler yang sengaja membebaskan manusia dari aturan Allah Swt. saat ini yang membuat generasi muda makin lemah, baik akal maupun mentalnya. Generasi yang gampang kena mental illness, istilah zaman now. Menyedihkan!

Gimana sih Biar Enggak Bucin?

Suka sama seseorang sampai bikin putus sekolah dan mau bunuh diri? Itu mah sudah level bahaya, Sob! Makanya hati-hati bawa hati! Gimana ya agar kita woles saja dengan naluri berkasih sayang ini dan enggak jadi bucin?

Pertama, kamu harus ingat bahwa Allah Swt. ngasih naluri berkasih sayang antara laki-laki dan perempuan (cinta secara khusus) itu bukan untuk membuat kita jadi celaka. Pasti ada manfaatnya untuk kita. Allah Swt. ngasih itu semua secara khusus untuk kelangsungan hidup manusia, supaya terjaga kelestarian keturunannya.

Rasa cinta yang dianugerahkan Allah Swt. itu agar manusia saling membantu dan menyayangi satu sama lain. Dan enggak terbatas antara laki-laki dan perempuan saja, tetapi juga cinta secara umum antara anak kepada orang tua, sebaliknya orang tua kepada anak, kepada sahabat, teman, dan lain-lain. Jadi cakupannya luas.

Allah Swt. berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran:14).

Kedua, dari ayat di atas kita juga bisa belajar, Sob, bahwa kesenangan dunia itu banyak sekali ragamnya. Salah satunya adalah rasa cinta kepada lawan jenis. Namun, itu semua ada masa expired yang bisa dinikmati dalam jangka waktu tertentu, kemudian bisa hilang jika Allah Swt. mengizinkannya hilang.

Maka enggak sepatutnya kita sebagai seorang mukmin menggantungkan hidup pada kesenangan tersebut. So, biasa aja. Woles, Sob! Jangan terlalu baper dan bersedih hati dalam urusan cinta, apalagi cinta monyet, hu… hu…

Bismillah! Hanya Allah yang menjadi tempat kita kembali. Semoga Allah anugerahkan kepada kita tempat kembali yang baik, yaitu surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Amin.

Ketiga, kita bisa bucin bin baper terus sama si dia itu karena memikirkan dia mulu. Jadi, stop mikirin dia terus, Sob! Stop stalking-stalking status atau beranda dia di medsos! Hati-hati bawa hati. Jangan mikirin dia terus, gitu.

Cinta itu fitrah, tetapi jangan sampai membuat kita jadi lemah. Jika malah bikin galau, resah, gelisah, enggak semangat belajar, wah itu sudah harus distop secepatnya, Sob, agar enggak membuat hidup kita tambah susah.

Keempat, tekan hawa nafsu dengan rajin puasa sunah. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa anjuran berpuasa itu sebagai alternatif bagi kita yang belum mampu menikah, sedangkan syahwatnya tinggi. Puasa dapat memangkas syahwat yang tinggi menjadi rendah.

Kelima, belajar terus agama Islam, semakin dekat kepada Allah Swt. agar kecenderungan kita sesuai dengan kehendak Allah Swt. dan enggak menyalahinya. Dalam sebuah hadis dikatakan, “Sesungguhnya cabang keimanan yang paling pokok adalah kamu mencintai sesuatu karena Allah Swt. dan membenci juga karena Allah Swt..” (HR Ahmad)

Keenam, alihkan pikiran dan tenaga ke kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti menekuni hobi kita masing-masing, ikut organisasi sekolah atau pondok, atau di tempat lain. Kegiatan paling bagus ya ikut aktif dalam kegiatan dakwah. Pahalanya berlimpah, hidup jadi berkah, dan membuat semangat hidup kita enggak lemah.

Dakwah yang mampu membangkitkan umat adalah dakwah secara pemikiran, yaitu dengan ilmu. Dakwah Islam itu mengubah paradigma berpikir (mindset) manusia yang awalnya rendah menuju taraf berpikir yang tinggi. Pemikiran Islam mampu membangkitkan manusia dari keterpurukan.

Allah Taala berfirman,

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

“Katakanlah (wahai Muhammad), “Ini adalah jalan aku berdakwah kepada Allah di atas bashirah (ilmu), aku dan orang-orang yang bersamaku.’” (QS Yusuf: 108).

Ketujuh, meyakini bahwa Islam sejatinya mengajak kita agar enggak jadi generasi lemah. Sistem Islam mencetak generasi yang kuat dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Syariat Islam mengajak kita agar jangan sampai jadi generasi mellow bin loyo. Islam mengajarkan pemudanya rajin belajar, semangat hidup dan membela agama Islam.

Pemikrian Islam yang ideologis (mabda’i) mengajarkan kita agar enggak terlena dengan pemikiran Barat yang sengaja melemahkan generasi muslim lewat 7F (fashion, food, film, free thinking, fun, free sex, dan friction). Allah Swt. menyemangati kita dalam firman-Nya,

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ رَٰكِعُونَ. وَمَنۡ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوۡلَهٗ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا فَاِنَّ حِزۡبَ اللّٰهِ هُمُ الۡغٰلِبُوۡنَ

“Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah). Barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS Al-Maidah: 55-56)

Oleh karena itu, Sob, aktifkan diri senantiasa on dengan pemikiran Islam, sibukkan diri dengan kegiatan dakwah Islam yang jauh lebih bermanfaat ketimbang pacaran jadi bucin. So, wake up! Stop generasi mellow, generasi loyo, right now! [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *