[Nafsiyah] Orientasi Hidup Seorang Muslim

[Nafsiyah] Orientasi Hidup Seorang Muslim

Muslimah News, NAFSIYAH — Saat kita membahas orientasi hidup seorang muslim, berarti tidak terlepas dengan way of life (jalan hidup) yang ditempuhnya. Jalan hidup setiap manusia dipengaruhi oleh keyakinannya (akidah), sesuatu yang diimani. Jika dia seorang muslim, tentu akidah Islam menjadi tolok ukurnya dalam berbuat dan menentukan orientasi hidupnya.

Ketika sebagian manusia hanya berorientasi pada dunia, mereka akan menjadi manusia yang merugi. Namun, sebagian lainnya, jika berorientasi pada akhirat, tidak pula meninggalkan dunia, mereka akan bahagia di dunia juga akhirat.

Allah Swt. menyampaikan lewat firman-Nya tentang karakter manusia, “ …di antara manusia ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,’ dan tiadalah baginya kebahagiaan (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka, ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.’” (TQS al-Baqarah: 200—201).

Setiap manusia akan menerima konsekuensi atas pilihan hidup. Sebagai balasan atas pilihan orientasi (tujuan) hidupnya. Bagi setiap muslim, hari-harinya senantiasa dikelilingi kemuliaan saat ia terikat dengan hukum syarak.

Dari hal yang kecil hingga besar, selalu dia perhatikan. Ia makan tidak sekadar makan, melainkan untuk menguatkan dalam ibadah dan berbagai kewajiban yang diperintahkan Allah Swt..

Dia membeli pakaian bukan untuk mengikuti tren fesyen atau pamer, melainkan untuk menutupi auratnya. Seorang muslim akan membelanjakan hartanya semata-mata untuk tunduk kepada Allah Taala.

Ketika seorang muslim menuntut ilmu, dia meniatkannya untuk memenuhi perintah-Nya. Yakni dalam rangka mengharap rida-Nya, mensyukuri nikmat akal, menghidupkan agama, menghilangkan kebodohan, dan menyiarkan Islam.

Ketika seorang muslim bekerja, hal itu pun dilakukan untuk semakin dekat dengan Allah Swt.. Dia bekerja untuk memenuhi nafkah bagi keluarga sehingga keluarnya keringat dan rasa lelah dinilai pahala di sisi-Nya.

Semua perkara di atas semestinya yang menjadi gambaran kehidupan dan orientasi hidup setiap muslim. Ia menuntut ilmu juga untuk memudahkannya melakukan amar makruf nahi mungkar.

Orang yang memiliki tujuan hidup dunia, jika hidup pada masa para sahabat, ia akan menjadi orang munafik. Pasti ia takut untuk berjuang untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Sedangkan para sahabat memosisikan harta dan takhta bukan sebagai hal yang lebih utama dibandingkan perintah hijrah dari Allah Swt.. Karena bagi para sahabat, dunia diletakkan di tangan, tidak masuk ke hati mereka.

Kondisi negeri-negeri muslim saat ini telah mengalami kemunduran berpikir hingga sangat jauh dari ajaran Islam. Hal ini menjadikan orientasi hidup seorang muslim bukan lagi pada akhirat, tetapi pada dunia.

Kaum muslim diserang dengan berbagai pemikiran kufur, bahkan tanpa sadar membobol benteng pertahanan terakhir mereka yakni akidah. Orientasi hidup pun jadi berubah haluan, sekularisme dan kapitalisme telah menjadi pandangan hidup mereka.

Mereka menjadikan kesenangan dan kesuksesan mendapatkan tumpukan materi lebih utama daripada memedulikan ajaran Islam. Cinta dunia menjadi salah satu penyakit yang mematikan agama. Penyakit ini menyebabkan seorang muslim tidak menghiraukan baik/buruk dan halal/haram sesuai syarak.

Padahal Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa tujuan hidupnya adalah dunia, Allah akan mencerai-beraikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barang siapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR Ahmad).

Sesungguhnya, orang yang menjadikan dunia sebagai orientasi hidupnya akan mendapatkan kerugian.

Pertama, tercerai berai urusan hidupnya. Setiap urusan hidupnya selalu gagal dan berantakan. Meski tampak berhasil, sejatinya hal itu hanya sebagai hiburan baginya yang akhirnya mendapatkan kegagalan besar. Muslim yang orientasi hidupnya akhirat akan dimudahkan segala urusannya oleh Allah Swt. dan dijauhkan dari kegagalan.

Kedua, diliputi kefakiran dalam hidup. Ia akan senantiasa merasa kurang, sebab di matanya dihiasi rasa kefakiran. Muslim yang berorientasi akhirat justru diberikan rasa cukup (kaya) dalam hatinya hingga ia akan selalu bersyukur atas apa yang menjadi bagiannya.

Ketiga, hanya mendapat dunia yang menjadi jatahnya. Ia tidak mendapatkan apa-apa dalam hal dunia kecuali yang sudah menjadi jatah hidupnya serta harta (dunia) akan menjauh darinya. Bagi yang berorientasi akhirat, diberikan kecukupan dalam hidup dan harta (dunia) justru akan selalu mengejarnya (mendekat).

Sebagaimana firman Allah Taala, “Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.” (TQS asy-Syura: 20).

Saudariku, orang beriman hanya akan berjuang untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Dia mengarahkan tujuan hidupnya untuk Allah Taala. Dia akan selalu terikat dengan hukum syarak dalam segala aktivitasnya. Karena ia memahami bahwa cinta dunia akan merugikan dirinya di dunia dan akhirat. Dia akan kembali pada Allah dalam kondisi yang menyedihkan jika menjadikan dunia sebagai tujuan hidup.

Jika kita bersama Allah, berada di jalan Allah, dan untuk Allah, tidak akan ada yang perlu kita khawatirkan. Allah menjamin dunia kita, sedangkan akhirat kita tidak ada jaminan akan bisa selamat kecuali sungguh-sungguh menjalankan seluruh syariat dan menjauhi larangan-Nya.

Kondisi saat ini memang mengharuskan kita berjuang untuk segera hidup dalam naungan sistem Islam. Karena sistem kapitalisme menyebabkan seorang muslim berorientasi hidup pada dunia, bukan akhirat. Wallahualam. [MNews/Rndy-Rgl]

Foto sampul: unsplash

Share

One thought on “[Nafsiyah] Orientasi Hidup Seorang Muslim”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *