[Tokoh Bicara] Bukti Cinta Rasul, Memperjuangkan Syariat Kafah (Bagian 4)

[Tokoh Bicara] Bukti Cinta Rasul, Memperjuangkan Syariat Kafah (Bagian 4)

Muslimah News, TOKOH BICARA — Maulid Nabi Muhammad saw., menurut pandangan tokoh intelektual berikut, hendaknya makin menyemangati kaum muslim dalam menerapkan segala perilaku Rasulullah, kemudian melakukan perubahan menyeluruh agar Islam kembali berjaya.

1. Dr. Andi Detti Yunianti, S.Hut., M.P.

Perubahan Menyeluruh

Setiap 12 Rabiulawal kita memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.. Ibrah dari hal ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada beliau. Karena beliaulah, Islam pernah jaya dengan menguasai 2/3 dunia dalam penerapan syariat Islam dan saat itu terbukti kesejahteraan umat terwujud. Oleh karena itu, kita harus melakukan perubahan yang menyeluruh untuk mengembalikan kesejahteraan itu. Sistem yang hanya “menyejahterakan” golongan tertentu harus dimusnahkan dari bumi Allah.

2. Dr. dr. Hj. Yuyun Widaningsih, M Kes., Sp.PK.

Makin Semangat

Melalui momen Maulid Nabi ini, semoga kita makin bersemangat mengenal dan mempelajari pribadi Rasulullah Nabi Muhammad saw. sehingga kita makin cinta dan makin giat mengikuti Sunah beliau dalam seluruh aspek kehidupan.

3. Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, M.P.

Pembawa Cahaya

Nabi Muhammad saw. pembawa cahaya. Cahayanya tidak akan redup dan tidak lekang oleh waktu.

4. Rini Mutisari, S.P., M.P.

Mengikuti Jejak Rasul

Jadikan momen kemuliaan Maulid Nabi saw. ini sebagai bukti bahwa kita bersuka cita atas kelahiran beliau dan mengingat perjuangan beliau dengan mengikuti jejak dan kesempurnaan syariat yang dibawanya.

5. Dr. Rosmaeni, S.Hut., M.Hut.

Taat secara Total

Wujud cinta kepada Nabi Muhammad saw. adalah mengambil hal-hal yang dibawa oleh beliau. Nabi Muhamad saw. diutus untuk membawa syariat sebagai petunjuk bagi manusia atas segala macam kehidupannya, baik tentang akidah, makanan, pakaian, ekonomi, politik, pemerintahan, sistem sanksi, pendidikan, maupun kesehatan. Sejatinya umat Islam hari ini tidak mengambil Islam sebagian lalu meninggalkan sebagian yang lain. Jika ingin mendapatkan keberkahan dan menjadi umat Nabi Muhammad saw. dan rindu berjumpa di Yaumil Akhir, maka kita harus menjadi umat yang taat secara total.

6. Kartika P. N., Ph.D. (Malang)

Satu-satunya Teladan

Rasulullah saw. adalah teladan. Lahirnya beliau membawa perubahan besar dari kejahiliahan menuju cahaya. Momen maulid hendaknya tidak sekadar mengingat kelahiran beliau, tetapi momen untuk merefleksi diri dan umat agar kita menjadikan beliau sebagai satu-satunya teladan, baik bagi diri maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Insyaallah dengan hal tersebut akan memberikan kita kebaikan di dunia dan akhirat.

7. Prof. Fahimah Martak

Sifat Kenabian

Nabi Muhammad dari kecil sudah menunjukkan sifat kenabian. Saat diajak pamannya ke Syam, beliau benar-benar dilindungi Allah, diminta pulang karena takut dibunuh. Usia 7 tahun sudah ditinggal wafat ibunya. Beliau ketika dewasa sudah mulai berperang melawan kaum kafir, yang dengan pertolongan Allah, kaum muslim menang. Nabi Muhammad dari kecil menunjukkan kejujuran dan puncaknya pada usia 40 tahun menerima wahyu dari Allah Taala.

8. Prof. Dr. Ir. H. Sutinah Made, M.Si.

Menerapkan Perilaku Rasulullah

Pada momentum Maulid Nabi Muhammad saw., umat Islam selalu memperingatinya. Dengan Maulid Nabi, seharusnya kita mencontoh suri teladan Rasulullah. Pola karakternya yang jujur, adil, dan bersahaja. Pola kepemimpinan beliau sebagai pemimpin umat, selalu menjadi imam salat karena beliaulah yang paling bagus makhraj-nya di antara jemaah, juga sebagai pemimpin negara Islam kafah yang berani dan sukses menaklukkan negara-negara jazirah Arab sampai ke Romawi. Beliau juga merupakan panglima perang gagah berani yang dapat menggetarkan dan menciutkan jiwa musuh-musuhnya.

Saat momentum Maulid Nabi, seharusnya umat Islam bukan hanya mengenang Rasulullah, tetapi mengikuti dan menerapkan segala pola perilaku Rasulullah, mulai dari pribadi yang mulia sampai pemimpin negara Islam yang kafah. Semoga dengan momen Maulid Nabi, umat Islam dapat termotivasi untuk memperjuangkan kembali kejayaan Islam. Allahu Akbar.

9. Tutus Rully, S.E., M.M.

Karunia Terbesar

Maulid Nabi Muhammad saw. merupakan peringatan dan sebagai bentuk rasa syukur atas diutusnya Nabi Muhammad saw.. Momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap beliau.

Salah satu karunia Allah Swt. terbesar kepada kaum mukmin adalah diutusnya Rasulullah saw. untuk menjadi uswah hasanah (suri teladan kebaikan) dalam kehidupan ini.

Rasulullah saw. adalah sosok pribadi yang sempurna (insan kamil). Keteladanan Rasulullah saw. yang dinobatkan oleh Allah Swt. dalam Al Qur’an menunjukkan kesempurnaan beliau dari semua dimensi kemanusiaan. Ini menunjukan kepada kita semua bahwa beliau sebagai barometer akhlaknya seorang muslim.

Sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Rasulullah saw. adalah dengan berupaya mengkaji dan mengimplementasikan akhlak beliau secara utuh dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari, baik dalam rumah tangga, bisnis, ekonomi , politik, pendidikan dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah,

”Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’.” (QS Ali Imran: 31). Semoga spirit keteladanan Rasulullah saw. yang sarat dengan hikmah dan kearifan dapat kita raih di momen Maulid Nabi kali ini. [MNews/Ruh]

Foto sampul: AlNaeem

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *