[Kabar] Israel Makin Berani Menyerang Palestina, Fatma Sunardi: Buah Normalisasi

[Kabar] Israel Makin Berani Menyerang Palestina, Fatma Sunardi: Buah Normalisasi

Muslimah News, INTERNASIONAL — Pengamat politik Fatma Sunardi menguak, makin beraninya Israel menyerang Palestina merupakan buah dari normalisasi.

Penilaian ini dilontarkannya mencermati fakta serangan bom Israel ke Gaza selama tiga hari yang telah menewaskan 44 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak, dan sedikitnya 350 warga sipil terluka, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina. Pertempuran tersebut adalah yang terburuk di Gaza sejak perang 11 hari pada 2021 yang menewaskan sedikitnya 250 orang. Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Mesir mulai berlaku pada Ahad malam (7/8/2022), tetapi ini adalah gencatan senjata yang rapuh.

Duta Besar Amerika untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mendukung hak Israel untuk membela rakyatnya dari ancaman teroris, seraya berkata, “Dewan ini harus bisa bersatu dan tanpa syarat menolak terorisme Jihad Islam Palestina, yang tindakan sembrononya telah membahayakan nyawa warga sipil, di kedua sisi,” katanya.

Pasukan Israel sendiri mengaku melancarkan sesuatu yang mereka gambarkan sebagai serangan preemtif di Gaza setelah menangkap Al-Saadi (Anggota Jihad Islam Palestina-PIJ) pekan lalu, dengan mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk mencegah pembalasan PIJ. Akan tetapi, pengamat internasional, termasuk Pelapor Khusus PBB Francesca Albanez, mengatakan taktik itu telah merusak klaim Israel untuk membela diri.

Makin Kuat

Kenyataan ini, menurut Fatma, memang menandakan serangan Israel lebih berani.

“Alasan membela diri dari teroris yang sejatinya adalah pejuang Palestina merupakan klaim yang mengada-ada. Eskalasi serangan Israel yang makin kejam, memberi sinyal bahwa posisi Israel makin kuat di kawasan,” ulasnya.

Ia mengkritisi, normalisasi dengan negara-negara Arab, telah membuat daya tawar Israel di kawasan makin tinggi.

“Normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab dapat didefinisikan sebagai mengejar kebijakan atau tindakan yang memperlakukan Israel sebagai bagian yang ”normal” dari Timur Tengah, mengabaikan perannya yang melakukan pembersihan etnis dan penggusuran warga Palestina,” kupasnya.

Normalisasi—yang terus berusaha untuk bergerak maju—,ujar Fatma, tidak meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.

“Israel sendiri telah memaksakan diri menguasai tanah Palestina melalui perang berturut-turut, superioritas militer, dan senjata nuklir, tetapi fakta-fakta ini tidak menghasilkan pengakuan atau legitimasi untuk pendudukannya atas Palestina, juga tidak memungkinkannya untuk membuka jalan ke wilayah Arab,” urainya.

Meskipun begitu, normalisasi telah mencapai hubungan multidimensi yang normal dengan negara-negara Arab sebelum, atau bahkan tanpa menyelesaikan masalah utama dalam konflik Palestina-Israel.

“Bagi Israel, “normalisasi” berarti negara-negara lain menerima pendudukan mereka atas Palestina dan narasi Zionis mereka mengenai tanah dan orang-orang Israel sambil menyangkal narasi lain yang menentang mereka,” cetusnya.

Cegah

Untuk itu, Fatma menegaskan, kaum muslim harus mencegah, bahkan mengutuk penguasa mereka yang telah membangun hubungan apa pun dengan Israel, termasuk menormalisasi hubungan karena akan membahayakan masa depan rakyat Palestina.

“Suramnya solusi atas konflik dan melemahnya dukungan negara-negara Arab akan menjadi periode panjang kekejaman Israel atas Palestina,” ucapnya.

Kecuali, jelasnya, manakala ada kekuatan global yang berpihak pada Islam dan umat Islam yang akan menyelesaikan konflik tersebut.

“Kekuatan itu adalah Khilafah. Kekuatan politik Islam yang siap mengusir Israel dari tanah Palestina dan menggentarkan aliansi Israel dan Amerika yang selama ini memberi dukungan pada Israel,” tegasnya.

Oleh karena itu, Fatma mengingatkan, wajib bagi setiap muslim mengupayakan tegaknya Khilafah di muka bumi ini demi menyelamatkan kaum muslim di Palestina dan mengembalikan tanah Palestina ke pangkuan Islam.

“Tegaknya Khilafah juga akan mengembalikan izzah kaum muslim sebagai khairu ummah dan mewujudkan rahmat bagi seluruh alam,” tukasnya. [MNews/Ruh]

Foto sampul: Al-Jazeera

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *