Muslimah News, NAFSIYAH — Saudariku, siapakah di antara kita yang sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan (dosa)? Jawabnya, tidak ada. Sebab nafsu dan godaan setan merupakan tantangan yang dihadapi oleh setiap anak Adam. Jika ia sanggup menahan dan mengendalikan hawa nafsu dan godaan setan, maka ia akan memperoleh pahala.
Namun, jika ia kalah dan terjerumus hingga menjadi budak hawa nafsu serta menuruti godaan setan, maka dosa akan menyelimutinya. Kala dosa menyelimuti anak Adam, Allah menyolusi hamba-Nya yang berbuat dosa dengan bertobat dan memohon kepada-Nya. Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh, Allah meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima tobat dari hamba yang bermaksiat di siang hari. Dan Allah meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima tobat dari hamba yang bermaksiat di malam hari.” (HR Muslim)
Allah Maha Pengasih dan Penyayang pada setiap makhluk, sebagaimana hadis Rasul saw., “Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu ia berkata, ‘Ya Rabb, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa.’ Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Katika berbuat dosa lagi ia berkata, ‘Ya Rabb, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku.’ Lalu Allah Swt. berfirman, ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa.’ Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata, ‘Ya Rabb, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku.’ Lalu Allah berfirman, “Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa.’ Lalu dosanya diampuni. Lalu Allah berfirman, ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat sesukanya.’” (HR Bukhari)
Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan bahwa makna dari firman Allah Taala yakni ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat sesukanya’ adalah ‘Selama engkau selalu bertobat setiap kali bermaksiat, Aku telah ampuni dosamu.’” (Fathul Baari).
Ibnu Hajar Al Asqalani pun menyampaikan perkataan Imama An Nawawi, “Jika seseorang berbuat dosa seratus kali, seribu kali, atau bahkan lebih banyak, dan setiap berbuat dosa ia bertobat, maka tobatnya diterima. Bahkan jika dari ribuan perbuatan dosa tadi, setelahnya ia hanya sekali bertobat, tobatnya pun diterima.”
Meski Allah berulang kali akan mengampuni dosa hamba-Nya, tetapi hendaknya setiap muslim yang bertobat melakukannya dengan sepenuh hati dan memenuhi syarat agar diterima oleh-Nya. Lalu, syarat apa yang harus dipenuhi agar tobat diterima Allah Swt.?
Pertama, hendaknya tobat dilakukan sesegera mungkin saat ia menyadari kesalahannya. Kedua, tobat dilakukan dengan benar-benar menyesali perbuatan dosa serta berazam untuk tidak mengulanginya lagi. Ketiga, melaksankan salat tobat. Keempat, memperbanyak istigfar dan membaca doa tobat.
Doa meminta ampunan pada Allah Swt., “Allahumma anta Rabbi laa ilaaha Illaa anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. a’udzu bika min syarii maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnaguua la yaghfirudz dzunuuba illa anta.”
Artinya, “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”
Kelima, berbuat kebaikan dan berbagai amal saleh. Keenam, meminta maaf kepada pihak yang dizalimi sambil memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan.
Saudariku, sungguh kita akan tertunduk malu di hadapan-Nya kelak, sebab meskipun kita telah banyak berbuat kesalahan (dosa), Allah akan mengampuni berulang kali. Kita patut bersyukur dengan cara melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi diri dari larangan-Nya. Bukan malah terus melakukan kesalahan karena mengetahui Allah Maha Pengampun. Semoga kita istikamah dalam jalan kebaikan, meminimalisir kesalahan (dosa) setiap harinya. Namun hal tersebut akan lebih mudah kita lakukan jika berada dalam sistem Islam. Taat pada Allah difasilitasi oleh negara dan disokong pemimpin yang bertakwa. Masyaallah. Allahualam. [MNews/Rndy]
