Menangis karena Allah Taala

Hati para tabiin bergetar ketika mendengar ayat-ayat Allah. Saat dibacakan ayat-ayat tentang neraka dan azab, mata mereka sembab tersebab terlalu sering menangis. Besarnya rasa takut kepada Allah Swt. membuat mereka selalu waspada terhadap kemaksiatan agar perbuatan mereka jauh dari hal-hal yang Allah melarangnya.

Selengkapnya

Share

Tangisan Cicit Rasulullah ﷺ

Meski bernasab mulia dan menjadi ahlulbait Rasulullah saw., Ali Zainal Abidin tidak serta-merta mengandalkan nasabnya untuk mengharapkan ampunan Allah Taala. Ali tidak merasa memiliki derajat tinggi dibandingkan manusia lainnya, meski ia seorang cicit dari Rasulullah ﷺ. Tangisan Ali yang penuh kegelisahan meratapi keadaannya adalah hikmah bagi kita semua.

Selengkapnya

Share

Menjadi Pendakwah Tangguh seperti Nu’man bin Muqrin

Kisah Nu’man bin Muqrin bisa menjadi petikan hikmah bagi para pejuang Islam yang sedang mempersembahkan dirinya untuk dakwah dan kemenangan Islam. Nu’man sama sekali tidak gentar terhadap musuh. Keteguhan dan ketangguhannya tidak pernah luntur. Sifat inilah yang harus senantiasa ada dalam diri seorang pejuang Islam dan pengemban dakwah.

Selengkapnya

Share

Surat Khalifah

Surat Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan surat balasannya mengandung hikmah berharga bagi umat akhir zaman. Sungguh, kepemimpinan yang baik hanya terwujud ketika berpedoman kepada Al-Qur’an dan sunah. Sistem Islam kafah terbukti melahirkan banyak pemimpin teladan. Sistem ini harus kita perjuangkan bersama demi tegaknya kemuliaan Islam dan kebangkitan umat.

Selengkapnya

Share

Berdakwah Layaknya Mughirah bin Syu’bah

Mughirah bin Syu’bah telah mengajarkan bahwa seorang juru dakwah harus memiliki hujah (argumentasi) yang kuat ketika menjelaskan Islam dan hukum-hukumnya. Tujuannya adalah agar umat kembali menjadikan Islam sebagai pemimpin berpikir dan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan individu, masyarakat, dan negara.

Selengkapnya

Share