[Fikrul Islam] Asas-Asas Pemikiran Islam

[Fikrul Islam] Asas-Asas Pemikiran Islam

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Pemikiran Islam dibangun di atas dua asas, yakni akal dan syarak.

1. Akal

Islam telah memerintahkan manusia untuk mempergunakan akalnya. Allah mendorong manusia untuk memerhatikan alam semesta dan apa saja yang ada di dalamnya dengan cermat, sehingga dapat mengantarkan kepada keimanan tentang adanya Al-Khaliq, yang menciptakannya. Allah Swt. berfirman,

وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

“Dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memerhatikan?” (QS Adz-Dzariyat [51]: 21)

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ

“Maka perhatikanlah manusia itu, dari apa dia diciptakan.” (QS Ath-Thariq [86]: 5)

اَوَلَمْ يَنْظُرُوْا فِيْ مَلَكُوْتِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ

“Apakah mereka tidak memerhatikan pada kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah.” (QS Al-A’raf [7]: 185)

Dengan pengamatan seperti ini, manusia bisa membuktikan adanya Al-Khaliq Yang Mahakuasa. Dengan akalnya, manusia bisa menjangkau keberadaan Al-Khaliq Yang Maha Esa yang telah menciptakan makhluk. Dengan akalnya pula, manusia bisa membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah, dan Muhammad adalah Rasulullah.

Oleh karena itu, akal merupakan asas bagi akidah Islam sekaligus menunjukkan bahwa akidah Islam adalah akidah aqliyyah. Akidah yang menjadi asas bagi pemikiran Islam. Akidah yang dibangun berdasarkan akal.

2. Syarak

Sumber pemikiran Islam, dengan seluruh bagiannya, adalah hukum syarak yang bersumber dari wahyu, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah dan apa yang ditunjuk oleh Al-Qur’an dan As-Sunah yakni ijmak sahabat dan qiyas. Syarak merupakan asas pemikiran Islam. Sampai kapan pun, pemikiran Islam tidak akan keluar dari syarak.

Untuk itu, agar suatu pemikiran dianggap sebagai pemikiran Islam, maka harus digali dari dalil-dalil syarak. Misalnya jihad, syura, dan iman kepada adanya jin. Semuanya merupakan pemikiran Islam yang datang dari dalil-dalil kitabullah dan sunah Rasul.

Adapun imperialisme, teori Darwin, ataupun pemikiran sosialisme, bukanlah pemikiran Islam. Bahkan, pemikiran Islam telah menjelaskan sikapnya terhadap pemikiran-pemikiran semacam ini.

Ciri khas pemikiran Islam akan hilang jika terpisah–secara keseluruhan atau sebagian–dari wahyu. Allah melarang kita untuk melakukan pemisahan ini. Firman Allah Swt.,

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya dan dia pada hari akhirat termasuk orang yang merugi.” (QS Ali Imran [3]: 85)

Pemikiran Islam tidak menerima tambal sulam, sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang mengambil perekonomian Marxis atau Kapitalisme, sedangkan akhlaq atau interaksi sosialnya diambil dari pemikiran Barat. Bahkan mereka terpesona dengan setiap hal baru dan asing, kemudian menginsersikannya (melekatkannya, peny.) pada pemikiran Islam. [MNews/Rgl]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam

Foto sampul: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *