[Nafsiyah] Pamer Harta, untuk Apa?

[Nafsiyah] Pamer Harta, untuk Apa?

Muslimah News, NAFSIYAH — “Dan  jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya menaati Allah, tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS Al-Isra’: 16)

Dalam ayat tersebut, Allah Swt. memberitahu kita tentang kehidupan orang-orang yang hidup mewah yang ketika diperingatkan dengan ayat-ayat Allah mereka sombong dan berpaling darinya. Allah pun mengazab mereka.

Rasul juga menyampaikan tentang orang-orang yang rakus dengan harta dan sibuk menumpuk harta. Rasulullah saw. bersabda, “Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang penuh berisi) harta/emas maka dia pasti akan menginginkan lemah (harta) yang ketiga.”

Padahal, sifat rakus inilah yang akan menyeretnya untuk terus mengejar harta dan mengumpulkannya siang dan malam. Tenaga dan pikirannya terus terkuras untuk mengejar ambisi mengumpulkan harta. Ini merupakan kerusakan sekaligus siksaan besar bagi dirinya di dunia.

Imam Ibnul Qayyim berkata, “Orang yang mencintai dunia/harta (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (kerusakan dan penderitaan). Pertama, kekalutan (pikiran) yang tidak pernah hilang. Kedua, keletihan yang berkepanjangan, dan ketiga, penyesalan yang tiada akhirnya.”

Kita harus memahami bahwa harta yang Allah berikan pada kita memiliki dua makna. Pertama, Allah memberikan harta karena merupakan bagian dari keridaan-Nya. Harta tersebut bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Seperti harta Nabi Sulaiman as. dan Abdurrahman bin ‘Auf ra.. Harta keduanya menjadi jembatan bagi mereka yang menghubungkan dunia dan akhirat. Memang sudah semestinya harta yang banyak dipergunakan untuk menaati Allah Taala.

Kedua, Allah memberikan harta bukan karena mencintai hamba-Nya, tetapi membencinya. Firman Allah Swt., “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (QS Al-An’am: 44)

Harta yang berlimpah akan menyebabkan penghisaban yang panjang bagi seseorang di yaumil akhir. Ketika Allah membenci seseorang, Allah juga akan memberikan hukuman yang paling lembut dengan membukakan pintu kesenangan duniawi padanya.

Patutlah kita menyadari bahwa memamerkan harta bukanlah bagian dari akhlak seorang muslim. Pamer harta, untuk apa? Seperti fenomena banyak “crazy rich” yang sering memamerkan hartanya serta membangga-banggakan kekayaan miliknya.

Sejatinya, itu merupakan watak dari pengemban ide kapitalisme dan itu bertentangan dengan ajaran Islam. Karena dapat melalaikan seseorang dalam ketaatan pada Allah dan bersikap ujub.

Semoga kita tidak menjadi bagian dari golongan orang-orang yang sibuk memamerkan harta. Andai pun memiliki harta berlimpah, hendaknya memperbanyak sedekah dan bermanfaat untuk keluarga serta agama.

Hendaknya kita disibukkan dengan amal-amal yang mendekatkan diri kepada-Nya, Allah Mahakaya Sang Pemilik jagat raya. Pantaskah kita berbangga atas titipan (harta) milik-Nya? [MNews/Rindy]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *