[Nafais Tsamarat] Apresiasi Menumbuhkan Empati

[Nafais Tsamarat] Apresiasi Menumbuhkan Empati

Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Rasulullah saw. bersabda, “Semoga Allah merahmati Abu Dzar! Ia berjalan sendirian, ia mati sendirian, dan ia akan dibangkitkan sendirian.” (HR Al-Hakim dan Adz-Dzahabi).

Dalam sebuah perjalanan Perang Tabuk, Rasulullah saw. melihat para sahabat sudah berjalan jauh, sementara Abu Dzar tertinggal. Beliau tidak mencela ketertinggalan itu, justru bersabda sebagai bentuk apresiasi.

Mengapresiasi usaha orang lain adalah akhlak Rasulullah ﷺ. Beliau tidak pernah merendahkan kemampuan para sahabat, bahkan ketika mereka punya kekurangan. Sebaliknya, beliau memuji niat baik mereka dan memberikan semangat.

Bagi para pejuang Islam, harus diketahui bahwa kritik yang tidak pada tempatnya, apalagi meremehkan, tentu dapat mematikan semangat, memicu perpecahan, dan membuat seseorang enggan berusaha kembali. Dalam pandangan manusia, terkadang hasil terlihat lebih penting daripada proses. Kita terbiasa menilai sesuatu yang terlihat, bukan hal yang diperjuangkan.

Namun, di sisi Allah, ukuran kemuliaan sebuah amal tidak terletak pada hasil yang besar, melainkan pada niat yang ikhlas dan usaha yang gigih. Seseorang mungkin hanya mampu memberi sedikit, tetapi hatinya lebih tulus daripada orang yang memberi banyak. Ada yang ingin membantu lebih jauh, tetapi tubuhnya lemah, waktunya terbatas, atau keluarganya membutuhkan perhatian. Ada yang tampak tidak banyak berkontribusi, padahal ia tengah berjuang dengan kondisi yang hanya Allah yang mengetahuinya. Semoga sesama pejuang Islam bisa saling menguatkan dalam memikul beban yang sama, yakni dakwah. [MNews/RY-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *