Libur Lebaran, Momentum Remaja Muslim Memuliakan Orang Tua

Libur Lebaran, Momentum Remaja Muslim Memuliakan Orang Tua

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Memuliakan orang tua adalah sikap terpuji yang seharusnya dimiliki oleh setiap anak. Dalam Islam, memuliakan orang tua adalah bagian dari birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua). Namun disayangkan jika sikap ini hanya menjadi bagian dari pelajaran akhlak atau budi pekerti di sekolah yang tidak dipahami urgensi dan cara menerapkannya oleh remaja muslim.

Menghormati, menghargai, bahkan memuliakan orang tua harus senantiasa diajarkan kepada anak dalam keluarga, terlebih kepada remaja muslim. Pahamkan mereka bahwa memuliakan orang tua merupakan akhlak terpuji. Jika dilakukan dengan tulus, ada pahala yang akan didapatkan. Hubungan kasih sayang nan harmonis antara orang tua dan anak pun akan terealisasi. Libur Lebaran saat kumpul keluarga menjadi momentum untuk mengajarkannya kepada remaja muslim.

Meraih Rida Orang Tua

Allah Swt. berfirman, “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al-Isra: 23–24).

Ada perintah dari Allah Swt. agar anak bersikap hormat, lemah lembut, serta merendahkan hati dan suara di hadapan orang tua. Keluarga muslim harus mengajarkan sikap mulia ini kepada anak remaja mereka.

Sikap memuliakan kedua orang tua akan menumbuhkan rasa senang di hati keduanya. Orang tua akan bahagia dan makin menyayangi anak-anak yang berbakti kepada mereka. Orang tua pun akan selalu mendoakan kebaikan bagi anak-anak mereka.

Remaja muslim harus paham bahwa rida kedua orang tuanya akan mendatangkan rida Allah Swt. pada dirinya. Perjalanan hidupnya akan dilalui dengan mudah. Keberkahan dalam keluarga pun akan dirasakan.

Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang membuat rida ibu-bapaknya, sesungguhnya ia telah membuat Allah rida. Barang siapa yang membuat ibu-bapaknya marah, sesungguhnya ia membuat Allah murka.” (HR Bukhari).

Rasulullah saw. juga bersabda, “Keridaan Allah bergantung kepada keridaan ibu-bapak. Kemurkaan Allah bergantung kepada kemurkaan keduanya.” (HR Thabrani).

Anak-anak remaja kita harus hati-hati bersikap terhadap orang tua. Mereka tidak bisa menyamakan sikapnya terhadap orang tua dengan sikapnya ketika bergaul dengan teman sebayanya, apalagi kepada yang lebih muda. Remaja muslim harus menjaga setiap perkataan yang keluar dari lisannya. Mereka juga harus merendahkan hati ketika berhadapan dengan orang tua.

Remaja Muslim Butuh Teladan

Tata cara memuliakan orang tua tentu tidak diajarkan sebatas nasihat kepada remaja muslim. Mereka akan mudah memahaminya justru saat mereka mengindera langsung contoh perbuatan memuliakan orang tua.

Oleh karenanya, sudah seharusnya orang tua menjadi teladan bagi anak remaja mereka. Ketika orang tua berkomunikasi dan memperlakukan kakek-nenek dengan baik, ini akan menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi anak.

Saat orang tua bertutur kata santun, lemah lembut, selalu membantu, mengutamakan, serta menaati dan memenuhi hak kakek-nenek, anak remaja akan meneladan hal serupa ketika mereka bersikap di hadapan orang tuanya.

Dalam sebuah hadis diceritakan, “Pada suatu hari datanglah seseorang kepada Rasulullah saw., lalu bertanya, ‘Siapakah yang lebih pantas mendapatkan persahabatan yang lebih baik dari saya? Rasulullah saw. bersabda, ‘Ibumu.’ Ia bertanya lagi, ‘Setelah itu siapa?’ Jawab Rasulullah, ‘Ibumu.’ Kemudian ia bertanya lagi, ‘Setelah itu siapa lagi?’ Rasulullah kembali menjawab, ‘Ibumu.’ Ia pun bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Jawab Rasul, ‘Bapakmu.'” (HR Bukhari dan Muslim).

Demikianlah, di dalam Islam, memuliakan dan memenuhi hak orang tua adalah kewajiban anak. Hal ini bagian dari syariat Islam yang harus diajarkan dan dilaksanakan oleh setiap muslim, termasuk remaja.

Akhlak mulia terhadap orang tua yang telah dipelajari remaja harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam keluarga. Kita tidak bisa berharap kepada sistem pendidikan yang ada hari ini untuk mengajarkannya. Ini karena sistem yang ada tidak berlandaskan akidah Islam dan tidak menerapkan syariat Islam dalam memberikan pengajaran kepada remaja. Dengan demikian, keluarga muslim harus memiliki pemahaman Islam kafah agar dapat mengajarkannya sendiri kepada anak remaja mereka.

Oleh karena itu, kaum muslim hari ini sangat membutuhkan hadirnya institusi negara yang menerapkan Islam kafah di semua lini kehidupan. Sebuah negara yang akan membina keluarga dan menciptakan masyarakat yang kondusif dengan aturan Islam. Dengan demikian akan lahir para remaja muslim yang paham cara memuliakan orang tua mereka. Wallahualam. [MNews/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *