[Resensi Buku Politik Partai] Menelisik Kegagalan Sekaligus Urgensi Kebangkitan Umat

[Resensi Buku Politik Partai] Menelisik Kegagalan Sekaligus Urgensi Kebangkitan Umat

Peresensi: Nindira Aryudhani, S.Pi., M.Si.

Judul buku: Politik Partai

Penulis: Muhammad Hawari

Penerbit: Al-Azhar Press

Cover: Soft cover

Isi: 222 halaman

Berat: 350 gram

Ukuran: 15,5 cm x 23,5 cm

Muslimah News, RESENSI BUKU — Kebangkitan adalah kerinduan umat yang mustahil diabaikan. Saat ini, tidak bisa dimungkiri bahwa umat tertimpa berbagai macam musibah, baik dari sisi politik, kubangan kegelapan hidup, bahkan banyak urusan keumatan mereka yang telantar sebagai dampak kezaliman penguasa dan kemunduran kehidupan akibat meninggalkan Islam.

Menjelang keruntuhan dan pascaruntuhnya Khilafah Islamiah, di tengah-tengah umat Islam muncul berbagai gerakan (harakah) Islam. Fenomena ini tidak lain adalah wujud amarah umat yang menjelma menjadi kesadaran umum. Umat pun menuntut untuk melenyapkan kezaliman, menyingkirkan kerusakan, serta menghendaki terangkatnya kembali derajat mereka selaku umat terbaik.

Hanya saja, sejak lebih dari 100 tahun, seluruh harakah itu gagal merealisasikan tujuan besar mereka. Buktinya tampak jelas dalam wajah dunia Islam yang hingga saat ini masih saja terpuruk bahkan makin mundur akibat cengkeraman sekularisme yang makin kuat.

Tidak pelak, buku ini sejatinya menyajikan solusi atas semua problematik seputar harakah Islam tersebut. Buku ini juga memuat empat faktor asasi penyebab kegagalan harakah Islam yang meliputi:

1) Berbagai harakah tersebut berdiri di atas pemikiran (fikrah) yang masih bersifat umum tanpa batasan yang jelas.

2) Berbagai harakah tersebut tidak memahami metode (thariqah) untuk mengaplikasikan pemikiran (fikrah) mereka.

3) Para anggota harakah tersebut hanyalah sekelompok orang yang berbekal semangat dan sekadar berkeinginan untuk melakukan perubahan.

4) Ikatan yang menyatukan para anggota harakah tersebut bukanlah ikatan yang sahih berdasarkan akidah Islam.

Dengan mengenali keempat faktor di atas serta urgensi kebangkitan umat dari pemikirannya yang sudah semestinya berlandaskan akidah Islam, kita dapat memproyeksi bahwa umat membutuhkan harakah yang mampu mewujudkan kebangkitan hakiki bagi umat.

Tidak berlebihan jika kita sebut bahwa buku ini laksana memberikan “napas baru” bagi harakah Islam untuk berjuang secara cerdas di ranah politik Islam. Harakah tersebut berperan aktif membina umat, berinteraksi dengan mereka, mencabut pemikiran-pemikiran batil mereka, serta memberikan visualisasi kehidupan Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. melalui tegaknya Khilafah.

Atas dasar ini, harakah tersebut harus bervisi ideologis berdasarkan Islam dan bercita-cita melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan tegaknya Khilafah ats-Tsaniyah.

Khilafah adalah institusi pemersatu umat. Khilafah adalah satu-satunya sistem yang mampu menerapkan Islam secara kafah. Dengan Khilafah itu, umat memiliki penanggung jawab (ra’in) dan perisai (junnah). Alhasil, satu hal yang juga tidak boleh kita lupakan, bahwa penerapan syariat Islam oleh Khilafah akan berbuah berkah dari langit dan bumi.

Wallahualam bissawab. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *