Su’airah al-Asadiyyah, Wanita Surga yang Berjalan di Muka Bumi

Su’airah al-Asadiyyah, Wanita Surga yang Berjalan di Muka Bumi

Penulis: Chusnatul Jannah

Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Kisahnya sering kali kita dengar dalam salah satu hadis Nabi ﷺ. Kisah wanita penderita epilepsi yang khawatir auratnya terlihat. Ia adalah Su’airah al-Asadiyyah yang juga dikenal sebagai Ummu Zufar. Ia adalah wanita penduduk surga yang berjalan di muka bumi tersebab kehati-hatiannya menjaga kehormatan dirinya.

Kegelisahan Su’airah

Diriwayatkan dari ‘Atha bin Abi Rabah, ia berkata, “Ibnu Abbas ra. pernah berkata kepadaku, ‘Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita Habasyah yang berkulit kuning dan berperawakan tinggi besar?’ Lalu ia berkata, ‘Ia adalah Su’airah al-Asadiyyah. Ia pernah mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menderita epilepsi dan auratku sering tersingkap (ketika sedang kambuh), maka berdoalah kepada Allah untukku agar Dia menyembuhkanku.’

Kemudian, Rasulullah ﷺ pun bersabda, ‘Jika engkau mau, maka aku akan berdoa kepada Allah untukmu agar Dia menyembuhkanmu dari penyakit yang menimpamu. Allah akan mencatat seluruh amal baik dan amal burukmu. Lalu jika engkau mau, bersabarlah, maka surga untukmu.’ Su’airah memilih bersabar. Dengan kesabarannya, ia berharap bisa masuk surga. Kemudian, ia berkata lagi, ‘Sesungguhnya auratku sering tersingkap, maka berdoalah kepada Allah untukku agar (auratku) tidak tersingkap.’ Selanjutnya, Rasul saw. pun mendoakannya.”

Petikan Hikmah

Kisahnya singkat, tetapi mengena dalam hati dan pikiran kita. Setiap perempuan yang ingin tertanam dalam dirinya rasa malu dan kesabaran menghadapi ujian, maka Su’airah adalah salah satu teladan yang tepat. Saat sistem sekularisme mendegradasi rasa malu para perempuan generasi abad ini, kisah Su’airah ibarat oase di padang pasir. Ini mengingat betapa langkanya perempuan mulia pada sistem yang rusak ini.

Kehidupan sekuler liberal telah membuat “urat malu” perempuan putus. Banyak muslimah yang bangga membuka aurat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya meski sudah berpakaian tertutup. Lebih miris lagi, saat jalan hijrah sudah ada dalam genggamannya, ia lebih memilih melepas hijab demi kesenangan dunia. Nauzubillah! Tidak jarang pula kita menjumpai perilaku generasi muda muslimah yang melakukan perbuatan maksiat, seperti berzina, aborsi, dan terjebak dalam lingkaran kesesatan seks bebas.

Terhadap kondisi ini, Rasulullah ﷺ sudah mengabarkan dalam sabdanya, “Ada dua golongan penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka, yakni satu kaum yang memiliki cemeti seperti ekor sapi, di mana mereka memecut manusia dengannya dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, genit, dan menggoda, (rambut) kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Sungguh, mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mendapati baunya, padahal bau surga bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian (jauhnya).” (HR Muslim No. 5704).

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda, “Seorang wanita itu (seluruhnya) aurat. Apabila ia keluar (rumah), maka setan akan membuat mereka tampak indah di hadapan orang-orang yang memandanginya.” (HR Tirmidzi 1206, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6690).

Demikianlah, kisah singkat Su’airah al-Asadiyyah telah memberi beberapa petikan hikmah luar biasa.

Pertama, kewajiban taat kepada Allah Taala harus dilaksanakan tanpa tapi dan nanti, termasuk dalam hal berpakaian yang sesuai syariat Islam.

Kedua, kesabaran dalam melakukan ketaatan akan berbalas surga di sisi Allah Taala. Tidak ada balasan terbaik yang Allah janjikan bagi orang-orang beriman, kecuali menjadikan kita sebagai penduduk surga.

Ketiga, ketaatan kepada syariat Islam akan menjaga kehormatan diri dan kemuliaan perempuan.

Keempat, hanya dengan sistem Islam, kemuliaan perempuan akan terwujud sempurna. Ini karena Islamlah satu-satunya sistem yang mampu menjaga dan melindungi perempuan dari kerusakan, baik pola pikirnya, maupun pola sikapnya. Wallahualam. [MNews/YG]

Dinarasikan dari berbagai sumber.

Share

One thought on “Su’airah al-Asadiyyah, Wanita Surga yang Berjalan di Muka Bumi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *