Penulis: K.H. Hafidz Abdurrahman, M.A.
Muslimah News, NAFSIYAH — Al-Allamah Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan,
للدعاء مع البلاء ثلاث مقامات:
أحدها: أن يكون أقوى من البلاء فيدفعه.
الثاني: أن يكون أضعف من البلاء فيقوى عليه البلاء، فيصاب به العبد، ولكن قد يخففه وإن كان ضعيفاً.
الثالث: أن يتقاوما ويمنع كل واحد منهما صاحبه. (الجواب الكافي)
Doa dan ujian (bala) itu mempunyai tiga level.
Pertama, doa lebih kuat ketimbang bala, sehingga bisa menangkal bala.
Kedua, doa lebih lemah ketimbang bala, sehingga bisa dikalahkan oleh bala. Karena itu, seseorang ditimpa bala, tetapi doanya meringankan balanya, meski doanya itu lemah
Ketiga, doa dan bala itu sama-sama bertarung, sehingga masing-masing saling menangkal si empunya.
Itulah keutamaan doa. Dalam kitab Madza fi Sya’ban karya Abuya Sayyid Muhammad diulas bahwa Syakban adalah bulan istigfar (memohon ampunan), bulan selawat, karena QS Al-Ahzab: 56 (perintah berselawat) turun di bulan Syakban.
Dengan memohon ampunan dan memperbanyak selawat, hajat kita dijauhkan dari bala, doa kita akan diijabah oleh Allah, dan hajat kita akan dimudahkan oleh Allah.
Syakban juga bulan diijabahnya keinginan Nabi Muhammad untuk menghadapkan wajahnya ke Kakbah Baitullah di Makkah saat salat, setelah sebelumnya menghadapkan wajahnya ke Baitulmaqdis di Palestina
Syakban juga bulan Al-Qur’an, karena itu para ulama meninggalkan pekerjaan mereka dan fokus membaca dan menelaah Al-Qur’an.
Dengan semuanya itu, Allah akan buka berbagai pintu keberkahan dan kebaikan dari langit dan bumi. Dijauhkan dari bala. Itulah kemuliaan Syakban.
Bahkan Nabi memperbanyak puasa, karena Syakban juga bulan diangkatnya doa ke langit. Nabi ingin, saat doanya diangkat, Baginda dalam keadaan berpuasa.
Syakban adalah bulan diangkatnya doa, dibukanya pintu langit. Maka ketuklah pintu-Nya dengan kuat, kuatkanlah doa kita, insyaallah, akan diijabah oleh Allah.
اللهم بارك لنا في شعبان وبلغنا رمضان
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
[MNews/Nsy]

