Penulis: Doni Riwayanto
Muslimah News, NAFSIYAH — Ratusan ton bantuan pangan, pakaian, dan obat-obatan dikirimkan ke Palestina. Tahun demi tahun terus dikirimkan, tetapi masalah Palestina tidak kunjung mereda. Mengapa?
Berbagai problem menumpuk di sana. Mulai dari ketiadaan air bersih, krisis pangan, kebutuhan selimut pada saat musim dingin, obat-obatan yang tidak mencukupi, dan lain sebagainya.
Problem sebanyak itu sesungguhnya hanyalah problem cabang yang berpangkal pada satu problem pokok, yaitu penjajahan oleh Israel.
Oleh karena itu, sebanyak apapun pengiriman pangan, obat, pakaian, dan lain-lain tidak akan menyelesaikan masalah utamanya, yaitu pendudukan oleh Israel.
Sebaliknya, problem kekurangan pangan, obat-obatan, dan pakaian itu akan sirna ketika problem pokoknya dicabut, yaitu melenyapkan entitas penjajah zionis dari bumi Palestina.
Namun, pelenyapan entitas zionis itu utopis jika kita hanya berharap kepada para pemimpin negara muslim saat ini.
Negara-negara muslim saat ini berbentuk nation state (negara bangsa) yang hanya mau mengurusi kepentingan bangsanya sendiri. Bagaimana dengan kepentingan bangsa Palestina? Biarkan urusan mereka. Nation state merasa cukup mengirim bantuan pangan saja.
Ini semakin parah dengan kenyataan bahwa negeri-negeri mayoritas muslim semuanya sekuler, mengabdi, dan takut pada Amerika yang nyata-nyata melindungi Israel.
Harapan Palestina hanya satu, yaitu kekuatan muslim global yang terlepas dari dominasi Amerika, yaitu Khilafah Islamiah. Hanya jihad dari khilafah yang akan membebaskan bumi Palestina dari penjajahan Israel.
Amerika, Israel, dan Eropa paham benar bahwa hanya kekuatan global Khilafah yang bisa membebaskan kaum muslim dari dominasi mereka.
Jadi, sangat wajar jika Barat melakukan propaganda mencitraburukkan Khilafah. Sebaliknya yang tidak wajar adalah muslim yang membebek Barat, membenci perjuangan penegakan Khilafah.
Apa solusi bagi Palestina? Tegakkan Khilafah agar jihad penaklukan Israel tidak hanya angan-angan. [MNews/YG]
Sumber: Telegram @doniriw_channel
