[Nafais Tsamarat] Berkata Baik atau Diam

[Nafais Tsamarat] Berkata Baik atau Diam

Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Imam Ibnu Daqiqil ‘Id rahimahullah mengatakan dalam Syarah Hadis Arbain, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir”, maknanya, siapa saja yang beriman dengan keimanan sempurna yang menyelamatkan dari azab Allah dan mengantarkan kepada keridaan-Nya, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang sebenarnya, ia takut ancaman-Nya, mengharap pahala-Nya, berusaha mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya.

Imam An-Nawawi rahimahullah juga menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara, hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika ia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Namun, jika ia merasa ucapan tersebut ada mudaratnya atau ia ragu, hendaklah ditahan (jangan bicara).”

Sebagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara.”

Bagi seorang juru dakwah, ia akan berbicara karena menunaikan kewajibannya dalam berdakwah. Akan tetapi, ia akan diam kala berpikir untuk menyolusi persoalan umat dengan solusi Islam. Ia diam saat berpikir, sementara itu ia berbicara saat menyeru umat dengan Islam. Masyaallah. [MNews/RY-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *