Muslimah News, Nafais Tsamarat — Dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (Muttafaq ‘alaih, Bukhari dan Muslim).
Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara, hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika ia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika ia merasa ucapan tersebut ada mudaratnya atau ia ragu, hendaklah ditahan (jangan bicara).”
Sesungguhnya menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan itu lebih mudah daripada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan. Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara, perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya, apabila tidak sedang berbicara, ia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya. Setiap pengemban dakwah akan memoles dirinya dengan adab dan akhlak sesuai syarak, termasuk dengan mengatakan kalimat yang mengajak manusia kepada kebaikan, bukan diam atas kemaksiatan. [MNews/RY-YG]
