Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Nabi saw. bersabda, “Barang siapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, ia adalah seorang yang beriman.” (HR Tirmidzi).
Jika seseorang sedih karena menyesali kemaksiatan yang dilakukannya, lalu segera bertobat untuk memperbaikinya, itu adalah tanda iman. Kesedihan yang tercela yakni saat seseorang larut dalam kesedihannya hingga membuat hatinya lemah, tekadnya meredup, dan rasa optimis pun hilang. Kesedihan seperti ini menghancurkan harapan. Hal ini menyebabkannya tidak mau bergerak dan tidak berupaya mengubah keadaannya agar menjadi manusia bahagia. [MNews/RY-YG]
