Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Imam Nawawi menuliskan pendapat Imam Syafi’i, “Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah ia berpikir dahulu. Apabila jelas maslahatnya, maka berbicaralah. Namun, jika ia ragu, janganlah berbicara.” (Kitab Al-Adzkar).
Lisan orang yang berakal terletak di belakang hatinya. Apabila ingin berbicara, ia mengembalikan ke hatinya terlebih dahulu. Jika terdapat (maslahat) baginya, ia akan berbicara. Namun, apabila tidak ada (maslahat), ia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya, ia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga ia mengetahui lisannya. [MNews/RY-YG]
