Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Swt. berfirman, “Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Ia berkata, “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi barang yang tidak berarti lagi dilupakan.” (QS Maryam: 23).
Ayat di atas mengisahkan rasa sakitnya melahirkan. Syekh Abdurrahman bin Nashir seorang pakar tafsir menafsirkan ayat tersebut. Menurutnya, saat masa kelahiran sudah dekat, rasa sakit menjelang persalinan memaksa Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma. Tatkala ia mulai didera rasa sakit menjelang melahirkan, perihnya jauh dari makanan dan minuman, pedihnya hati karena komentar miring orang banyak, dan mencemaskan kemampuannya untuk bersabar. Kemudian ia berandai-andai mati sebelum mengalami kejadian ini sehingga menjadi tidak berarti lagi bagi manusia dan tidak disebut-sebut lagi oleh mereka.
Luar biasa masalah dan ujian orang yang Allah kasihi. Kita juga seharusnya bersabar di ruang tunggu kehidupan. Sungguh tidak ada ujian yang selama-lamanya. Kita harus yakin bahwa pertolongan Allah pasti datang. Kapan Allah memberikan pertolongan kepada manusia? Ketika manusia sudah berada di puncak pengharapannya. [MNews/RY-YG]
